Jumat, 09 Sep 2016 13:13 WIB

Nyeri Jadi Makin Memburuk Ketika Musim Hujan, Mungkin Ini Alasannya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Herlina Harsono/pembaca Foto: Herlina Harsono/pembaca
Jakarta - Saat musim hujan, banyak orang memilih tidak keluar rumah karena takut sakit atau mlas berbasah-basah ria. Di balik itu, cuaca juga mempengaruhi tingkat kesakitan (pain) seseorang.

Pemahaman semacam ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu, tetapi hanya sebatas dugaan. Hingga kemudian tim peneliti dari Manchester University mencoba membuktikannya.

Untuk keperluan studi ini, peneliti melibatkan lebih dari 9.000 orang yang menderita nyeri kronis yaitu pasien arthritis, nyeri punggung dan migrain. Dengan riset ini peneliti berharap bisa melihat apakah gejala kesakitan mereka makin memburuk atau membaik dalam cuaca tertentu.

Responden tinggal menyebar di tiga kota di Inggris; Leeds, Norwich dan London. Peneliti meminta responden untuk merekam gejala kesakitan hariannya dalam sebuah aplikasi khusus di ponsel pintar mereka. Dalam waktu yang bersamaan, program ini akan mencatat kondisi cuaca tiap jamnya menggunakan GPS ponsel. Demikian seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (9/9/2016).

Baca juga: Musim Hujan, Waspada Penyebaran Virus Flu Burung

Hasilnya, ketika matahari muncul pada kisaran bulan Februari hingga April, lama waktu yang dihabiskan responden ketika mengalami kesakitan menjadi berkurang. Lain halnya menjelang bulan Juni, ketika mulai sering turun hujan dan matahari jarang muncul.

Sejauh ini banyak pakar percaya turunnya tekanan udara saat cuaca buruk seperti turun hujan menyebabkan perubahan cairan di dalam persendian. Dan hal ini direspons oleh orang yang merasakannya sebagai nyeri atau ketidaknyamanan pada tubuh.

Namun Dixon meyakini ada penjelasan lain yang lebih masuk akal, meski itu berarti studinya harus melibatkan lebih banyak orang lagi.

"Kami butuh lebih banyak responden untuk menguatkan temuan ini. Jika ini benar terbukti, mereka yang punya sakit kronis punya kesempatan untuk merencanakan aktivitas mereka berdasarkan cuaca yang ada," kata ketua tim peneliti Prof Will Dixon, seperti dilaporkan Express.co.uk.

Di sisi lain, dokter yang aktif menangani pasien arthritis di Salford Royal Hospital ini berharap bila cuaca benar berpengaruh terhadap tingkat kesakitan seseorang, maka nantinya dapat dikembangkan pengobatan baru untuk meredakan sakit tersebut, disesuaikan dengan cuaca yang ada.

Baca juga: Begini Bahaya Air Hujan yang Terkontaminasi Zat Polutan

Munculnya rasa nyeri di bagian tubuh tertentu saat musim hujan juga pernah diteliti oleh peneliti dari University of Florida. Menurutnya, itu semata karena terjadinya penurunan kadar vitamin D dalam tubuh.

"Nah, salah satu sumber vitamin D yang terbaik untuk tulang yakni sinar matahari. Tapi, di musim hujan dengan cuaca dingin sinar matahari cenderung jarang ada hingga tubuh bisa saja kekurangan vitamin D," terang peneliti. (lll/vit)
News Feed