Waspadai Bahaya di Balik Cakaran, Gigitan, dan Jilatan Kucing

ADVERTISEMENT

Waspadai Bahaya di Balik Cakaran, Gigitan, dan Jilatan Kucing

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 21 Sep 2016 19:03 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kucing memang menggemaskan. Tak heran, cukup banyak orang yang menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan. Bagi Anda yang senang dengan kucing, jangan abaikan pula risiko yang bisa terjadi ketika tercakar atau tergigit hewan berbulu itu.

Laporan baru dari Centers for Disease Control and Prevention menemukan bahwa penyakit cakaran kucing atau dikenal juga dengan demam cakaran kucing memiliki komplikasi yang lebih serius dari yang dipikirkan dokter dan peneliti selama ini. Demikian dilaporkan USA Today.

Infeksi bakteri yang diteruskan ke kucing oleh kutu bisa menyebar ke manusia melalui cakaran atau gigitan kucing serta jilatan kucing pada luka tubuh. Meski jarang, tiap tahun dilaporkan terdapat 12.000 kasus orang mengalami demam cakaran kucing dengan 500 orang mesti dirawat inap.

Dikutip dari situs resmi CDC, komplikasi serius seperti kerusakan jantung dan otak bisa terjadi jika infeksi itu tak segera ditangani. Efek samping lain yang bisa muncul di antaranya sakit kepala, demam, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan. Selain itu, kelenjar getah bening juga bisa mengalami bengkak, teraba lebih empuk dan terasa sakit.

Baca juga: Anjing atau Kucing, Hewan Peliharaan Favorit Bisa Gambarkan Sifat Majikan

"Tapi penyakit ini bisa dicegah. Pastikan Anda mencuci tangan setelah bermain dengan kucing Anda dan jaga kucing agar berada di dalam rumah. Ini dilakukan untuk menghindari hinggapnya kutu di tubuh kucing," tulis CDC dalam situsnya.

Sekitar tiga sampai 14 hari setelah kulit tercakar atau luka terbuka terjilat kucing, infeksi ringan bisa terjadi di lokasi awal gigitan atau luka tersebut. Reaksi yang timbul di antaranya muncul bengkak, bentol, dan lesi yang bisa berisi nanah. Kemudian, muncul sensasi hangat dan menyakitkan di daerah yang terinfeksi.

Demam cakaran kucing merupakan infeksi yang disebabkan bakteri Bartonella. Dilansir Medlineplus, tes darah adalah cara paling akurat untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi penyakit ini. Umumnya, antibiotik akan diberikan pada pasien. Namun, pada pasien yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuhnya, misalnya pasien HIV, demam cakaran kucing bisa menyebabkan komplikasi serius seperti enchelopathy dan neuroretinitis.

Baca juga: Yuk Kenali Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Hewan Peliharaan ke Manusia

(rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT