Minggu, 25 Sep 2016 12:00 WIB

Sebelum Terlambat, Yuk Cegah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah dengan Cara Ini

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Tahukah Anda, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dari 56 juta kematian di dunia sekitar 31 persen atau 17,5 juta orang meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD). Sebelum terlambat, yuk kita cegah!

Lantas bagaimana cara pencegahannya? "PJPD bisa dicegah dengan menerapkan anjuran hidup sehat," tutur dr Lily Sulistiowati MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dalam peringatan Hari Jantung Sedunia 2016 oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dan Omron Healthcare Indonesia, di Plaza Senayan Gelora Bung Karno, Minggu (26/9/2016).

"Sehat yaitu seimbang gizi, melakukan diet tinggi serat, rendah lemak, garam dan gula. Lalu enyahkan rokok. Jangan merokok, hindari paparan asap rokok, apalagi yang punya penyakit jantung itu mutlak banget," sambung dr Lily.

Baca juga: Pada Pasien Diabetes, Serangan Jantung Bisa Terjadi Tanpa Nyeri Dada

Pola selanjutnya untuk mencegah PJPD bisa dengan hadapi dan atasi stres. Menurut dr Lily, mengelola stres juga bisa membuat berat badan tetap terjaga. Cara lainnya dengan atasi tekanan darah tinggi, yakni dengan melakukan pemeriksaan secara teratur dan dilanjutkan pengobatan jika memiliki tekanan darah tinggi.

Pemeriksaan tekanan darah (Foto: Puti)
"Dan yang terpenting adalah teratur berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Lakukan secara teratur ya minimal 30 menit setiap harinya," imbuh dr Lily.

Sedangkan untuk menyeimbangkan gizi, dr Lily menyarankan untuk melakukan diet seimbang. Caranya, pada saat makan, di piring harus mengandung 50 persen sayur dan buah, 25 persen karbohidrat, dan 25 persen lainnya adalah protein.


Baca juga: 7 Langkah Pertolongan Pertama CPR Bagi Pasien Serangan Jantung

Dalam acara peringatan Hari Jantung Sedunia 2016 ini digelar pula pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan gula darah gratis secara serempak di 15 kota besar di Indonesia. Nah, kegiatan ini mendapat piagam dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pemeriksaan kesehatan gratis dengan peserta terbanyak se-Indonesia.

(vit/vit)