Rabu, 28 Sep 2016 15:35 WIB

Pakar: Obesitas Bikin Malas Gerak, Malas Gerak Bikin Obesitas

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengancam dunia secara global. Tak hanya terjadi pada masyarakat kota, obesitas kini juga ditemukan pada masyarakat desa.

dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia mengatakan obesitas bak lingkaran setan. Ia menyebut obesitas merupakan pangkal utama terjadinya beragam penyakit kardiovaskular dan gangguan metabolik.

"Jadi ini kaya lingkaran setan. Malas gerak sebabkan obesitas. Nah ketika sudah obesitas jadi makin malas bergerak," tutur dr Ario dalam temu media Hari Jantung Sedunia di Wisma Harapan Kita Bidakara, Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat, Rabu (28/9/2016).

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, angka prevalensi obesitas di Indonesia adalah 32,9 persen untuk wanita dan 19,7 persen bagi pria. Tingginya angka obesitas ini dikatakan dr Ario karena berbagai hal, mulai dari warisan genetik, gaya hidup hingga faktor sosio-ekonomi.

Pria yang juga staf pengajar di Divisi Kardiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan warisan genetik obesitas ibarat bibit tanaman. Bibit tersebut tidak akan tumbuh besar dan berbuah menjadi penyakit jika tidak dipupuk dengan gaya hidup tidak sehat dan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol.

"Jadi misalnya gemuk dari anak-anak hingga remaja, tapi setelah usia 20 tahun jadi ramping dan melakukan gaya hidup sehat, bisa berkurang risiko mengalami masalah jantung di kemudian hari," tuturnya lagi.

Baca juga: Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian Mendadak Akibat Gangguan Irama Jantung

Dr dr Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, FAsCC, Ketua PP PERKI, mengatakan Hari Jantung Sedunia yang jatuh besok mengangkat tema pencegahan obesitas untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Hal utama yang harus dilakukan menurutnya adalah mengadopsi gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

"Yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit jantung cuma tiga, stop merokok, makan makanan sehat dan olahraga teratur. Yang dijaga tiga juga, berat badan, tekanan darah dan kadar kolesterol," tandasnya.

Baca juga: Ini Alasannya Lemak di Perut Lebih Bahaya Ketimbang yang di Bawah Kulit (mrs/up)
News Feed