Kamis, 29 Sep 2016 17:43 WIB

Biarpun Narsis, Tetapi Riset Buktikan Selfie Baik bagi Kesehatan Mental

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Gemar selfie umumnya menunjukkan bahwa seseorang memiliki sifat narsis. Apesnya, narsis cenderung dikatakan sebagai sifat negatif. Namun terlepas dari itu, selfie meningkatkan mood seseorang, apalagi jika sampai diunggah ke media sosial atau dibagikan kepada orang lain.

Setidaknya inilah yang ditemukan peneliti dari University of California setelah mengamati 41 mahasiswa selama satu bulan penuh. Untuk keperluan studi, partisipan dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama diminta berfoto selfie setiap hari; kemudian kelompok kedua diminta memotret hal-hal yang sering membuat mereka bahagia, sedangkan partisipan di kelompok ketiga diminta untuk mengambil foto sesuatu yang membuat orang lain bahagia lantas mengirimkannya ke mereka.

Partisipan juga diminta mengunduh aplikasi khusus yang dapat merekam mood mereka dari waktu ke waktu, sebanyak tiga kali dalam sehari.

Menariknya, ketika peneliti membandingkan mood partisipan di minggu pertama dan tiga minggu berikutnya, sebagian besar partisipan mengalami kenaikan mood karena mereka diminta mengambil foto setiap hari.

Baca juga: Kata Psikolog Soal Remaja yang Hobi Selfie dan Unggah Fotonya di Sosmed

Meski begitu, emosi positif yang terlihat dari diri mereka juga berbeda. Semisal kelompok pertama mengaku lebih percaya diri setelah diminta berfoto selfie setiap hari, sedangkan yang diminta mengambil foto obyek lain mengaku lebih menghargai orang-orang atau sesuatu yang ada di sekeliling mereka.

Sedangkan mereka yang berada di kelompok ketiga mengaku menjadi lebih kalem dan terkoneksi atau akrab dengan keluarga maupun teman-temannya, dan koneksi ini membantu menurunkan tingkat stres mereka.

"Temuan ini sebenarnya tidak begitu mengejutkan karena memotret memang memicu perasaan positif. Tetapi kami terkejut setelah melihat kelompok ketiga yang menjadi lebih tenang setelah selfie setiap hari, bila dibandingkan dengan dua kelompok lainnya," ungkap peneliti Yu Chen.

Chen tidak mengetahui apa penyebab pastinya. Ia hanya menduga perasaan terhubung dengan sanak saudara, teman maupun orang lain berdampak positif bagi mental seseorang.

Apalagi, tambah Chen, kebiasaan berfoto selfie ini bisa jadi 'obat mujarab' utuk meringankan beban mahasiswa yang tak hanya harus tinggal dan mengurus dirinya sendiri, tetapi juga membantu menghadapi persoalan lain yang lazim ditemukan pada anak kuliahan seperti masalah keuangan, kesepian, terisolasi dari lingkungan dan tugas yang menggunung.

"Apalagi bila ini dibiarkan, pada beberapa kasus, kondisi semacam ini terbukti dapat memicu depresi," imbuh Chen seperti dilaporkan Livescience.

Baca juga: Tahukah Anda, Kini Selfie Lebih Mematikan Dibanding Serangan Hiu (lll/vit)