Kamis, 06 Okt 2016 20:01 WIB

Cinemathoscope

Finding Dory, Kisah Ikan Amnesia yang Mencari Orang Tuanya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: poster Finding Dory

Saat itulah Dory berkata, "Untuk ukuran seseorang yang memiliki tiga jantung (heart), kau tidak begitu baik." Hank tentu tidak percaya dengan pernyataan itu dan membantahnya. Dory malah melanjutkannya dengan mengatakan bahwa tiga jantung cumi-cumi digunakan untuk memompa darah ke insang (2 jantung) dan ke seluruh tubuh (1 jantung).

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita amnesia memang bermasalah dengan memori jangka pendeknya (short-term memory), artinya sulit untuk menerima dan menyimpan informasi baru. Tetapi hal ini tidak mempengaruhi kepandaian, wawasan, kesadaran, penilaian, kepribadian dan identitas mereka. Mereka juga bisa memahami perkataan maupun tulisan dengan baik, bahkan belajar skill baru seperti mengendarai sepeda dan bermain piano.

Faktanya, petualangan demi petualangan yang dihadapi Dory justru mendorong memorinya semakin membaik. Sebab walaupun memori baru sudah pasti hilang, tapi tidak dengan memori yang lama tertanam, seperti di masa kecil.

Ini dibuktikan ketika Dory melihat ikon bergambar kerang berwarna ungu di peta institut. Dalam kilasan memorinya, Dory kecil sering diajak bermain dengan kerang oleh orang tuanya. Bahkan ibu Dory mengatakan kerang ungu adalah kesukaannya, yang belakangan diketahui adalah ikon untuk Open Ocean Exhibit dalam peta. Seiring berjalannya waktu, ia juga ingat perkataan sang ayah bilamana ia tersesat maka ia diminta untuk mengikuti kerang-kerang yang ditemuinya di jalan.

Tak hanya kecerdikan Dory saja yang diperlihatkan dalam film ini, tetapi juga betapa ia pantang menyerah walaupun tak kunjung menemukan orang tuanya. Setelah akhirnya sampai di rumahnya, ia justru diberitahu dua ekor kepiting jika seluruh ikan jenis blue tangs, termasuk ayah ibunya dibawa ke karantina dan akan dipindahkan ke Cleveland.

Setelah menerobos masuk ke pipa-pipa di bawah institut, sampailah ia di karantina. Begitu masuk, mereka hanya menemukan sekawanan blue tangs dalam sebuah tangki yang siap dipindahkan tetapi tidak dengan orang tuanya. Dari keterangan kawanan itu, orangtua Dory rupanya kembali ke karantina mengira buah hati mereka terjebak di situ dan tidak pernah kembali lagi

Namun karena kejadian itu berlangsung selama bertahun-tahun lalu, sempat muncul dugaan keduanya sudh meninggal. Dory langsung panik dan linglung. Meski sempat diselamatkan Hank, cumi-cumi ini malah tertangkap dan Dory terjebak di perairan gelap di bawah karantina. Di tengah kebimbangan, ia hanya melihat rumput laut yang tinggi dan kerang. Setelah ditelusuri, ternyata kerang-kerang itu berhasil membawanya kembali bertemu kedua orang tuanya.

Linglung dan hilang arah juga merupakan gejala lain yang diperlihatkan penderita amnesia pada umumnya. Tak hanya itu, mereka mempunyai kecenderungan untuk memiliki ingatan palsu, entah itu dibuat-buat sendiri atau berasal dari ingatan asli namun hanya keliru pada detailnya seperti waktu atau lokasi.

Karena berbentuk animasi, penggambaran karakter-karakter binatang laut dalam film ini sangat menarik perhatian, terutama anak-anak. Akan tetapi dari alur ceritanya, banyak pelajaran yang bisa dipetik, terutama rasa cinta pada keluarga dan semangat menolong dari setiap hewan yang dijumpai Dory, maupun Marlin dan Nemo walaupun mereka berbeda spesies.

Selain Finding Dory, film romantis bertajuk 50 First Date juga bisa dibilang sebagai salah satu film populer yang mengangkat tentang anterograde amnesia. Dalam film ini dikisahkan perjuangan Adam Sandler untuk mendapatkan hati Drew Barrymore yang mengalami amnesia karena sebuah kecelakaan mobil hebat.

Cedera kepala akibat kecelakaan hanyalah salah satu penyebab amnesia dari luar atau eksternal. Kerusakan otak internal juga dapat memicu amnesia, di antaranya akibat stroke; radang otak (ensefalitis); otak kekurangan oksigen karena serangan jantung, gangguan pernapasan atau keracunan karbonmonoksida; penyalahgunaan alkohol dalam waktu lama; tumor pada otak; penyakit degeneratif seperti Alzheimer; kejang; dan konsumsi obat tertentu.

Sedangkan dari luar, pemicu amnesia adalah gegar otak, baik akibat kecelakaan maupun saat berolahraga. Pada kasus tertentu juga bisa terjadi 'dissociative amnesia' di mana penderita mengalami amnesia karena guncangan mental atau trauma, tetapi ini sifatnya langka dan biasanya hanya terjadi sesaat.

Akan tetapi tidak ada pengobatan yang spesifik untuk penderita amnesia. Hanya ada beberapa teknik yang bisa dipelajari penderita amnesia untuk meningkatkan kemampuan daya ingatnya, atau mereka harus mendapatkan pengawasan penuh dari keluarga maupun carer-nya.
Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua

(lll/vit)