ADVERTISEMENT

Selasa, 11 Okt 2016 13:18 WIB

Olahraga Sambil Marah-marah Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Memang benar, aktivitas fisik bisa membantu meredakan stres. Namun ada baiknya tunda dulu rancana olahraga jika emosi sedang meledak-ledak, karena bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik yang berat saat sedang marah-marah bisa meningkatkan risiko serangan jantung hingga 3 kali lipat. Temuan ini memberikan bukti adanya 'hubungan krusial' antara tubuh dan pikiran.

"Keduanya bisa meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, mengubah aluran darah melalui pembuluh darah dan mengurangi suplai darah ke jantung," kata Dr Andrew Smyth dari McMaster University yang melakukan penelitian tersebut, dikutip dari TheGuardian, Selasa (11/10/2016).

Baca juga: Jantung Tiba-tiba Berhenti Saat Olahraga? Bisa Jadi Ini Sebabnya



Dalam penelitian tersebut, Dr Smyth menganalisis 12.461 pasien jantung dari 52 negara. Para pasien diminta mengisi kuesioner tentang kemungkinan penyebab masalah jantung yang dialami dalam kurun waktu satu jam sebelum serangan. Hasilnya, 13 persen pasien melakukan aktivitas fisik dan 14 persen lainnya mengalami kemarahan atau kesedihan.

Aktivitas fisik dan kemarahan sama-sama bisa meningkatkan risiko serangan jantung, dan efeknya semakin besar ketika keduanya digabungkan. Peningkatan risiko paling besar ketika sudah terjadi penyempitan pembuluh darah karena plak atau sebab lain.

Baca juga: Saat Seseorang Mengalami 'Henti Jantung', Ini yang Sebenarnya Terjadi (up/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT