Jumat, 14 Okt 2016 09:35 WIB

Ini Alasan Kenapa Orang yang Mabuk Ganja Sering Merasa Lapar

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: dok. Thinkstock
Jakarta - Ketika seseorang mabuk di bawah pengaruh ganja, ada karakteristik khusus yang membedakannya dari orang mabuk karena hal lain. Para pemakai ganja cenderung akan selalu merasa lapar dan ingin mengunyah makanan.

Ilmuwan percaya hal ini disebabkan oleh senyawa psikoaktif bernama Tetrahydrocannabinol (THC) pada ganja yang bereaksi terhadap reseptor otak CB1. Studi yang dipublikasi dalam jurnal Neuroscience melihat THC dapat memengaruhi CB1 membuat indra pengecap dan pencium seseorang lebih peka.

Rasa makanan pun pada akhirnya dapat berubah menjadi lebih lezat pada orang yang sedang memakai ganja.

Baca juga: Begini Mekanisme Ganja Bisa Sebabkan Gangguan Otak

Profesor Jan Copeland dari National Cannabis Prevention and Information Centre, Australia, menambahkan selain itu THC juga dapat memicu beragam neuron lain di otak. Dampaknya tubuh jadi memproduksi hormon yang menimbulkan rasa lapar.

"Memakai ganja akan merangsang produksi ghrelin, hormon lapar yang dapat meningkatkan nafsu makan," kata Prof Jan seperti dikutip dari ABC Australia.

Efek samping pemakaian ganja ini mungkin dapat dilihat sebagai hal yang tak diinginkan. Namun bagi praktisi ganja dilihat berpotensi dikembangkan untuk terapi gangguan makan.

Pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi misalnya, karena efek samping pengobatan nafsu makannya hilang sehingga ganja digunakan agar ia dapat kembali makan normal.

"Ini membantu pasien untuk mendapatkan lebih banyak kalori sekaligus memperbaiki rasa makanannya. Pada pasien kanker mereka mungkin akan tidak enak merasakan makanannya karena efek samping pengobatan," kata ahli farmasi dari University of Western Australia, Profesor Matthew Martin-Iverson.

Baca juga: 5 Efek yang Mungkin Bisa Ditimbulkan Ganja pada Otak (fds/vit)