Selasa, 18 Okt 2016 11:30 WIB

Lakukan Tantangan Pakai 100 Baju, Remaja Ini Histeris Saat Tak Bisa Melepasnya

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Twitter Andrea
Jakarta - Remaja ini melakukan tantangan pakai 100 baju. Oke, awalnya semua tampak baik-baik saja, sampai saat dia berusaha melepaskan baju-baju itu. Saking banyaknya baju yang dipakai, remaja tersebut sulit melepaskan baju tersebut satu demi satu. Dia pun histeris.

Andrea, demikian nama remaja tersebut, mengunggah video bagaimana susahnya melepas baju setelah sebelumnya dia mengenakan 100 baju. Video tersebut dipublikasikan di Twitter dengan menggunakan hashtag #100layersofclothes. Andrea memperingatkan agar orang-orang tidak melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan.

Dalam video, tampak Andrea mencoba untuk melepas lapisan teratas baju yang dipakainya. Karena usahanya sia-sia, akhirnya pecahlah tangisnya. "Saya tidak bisa melakukannya, saya tidak bisa melepasnya. Ya Tuhan," begitu ucapnya. Dari tweet-nya kemudian, diketahui Andrea lantas mendapat pertolongan dari temannya yang datang ke rumahnya.



Sejak video diupload pada 16 September 2016 lalu, video itu telah di-retweet lebih dari 55 ribu kali dan mendapat lebih dari 78 ribu likes. Video tersebut juga mendapat aneka komentar dari penduduk 'Twitter Land'.

"Kenapa dia tidak mengguntingnya saja dengan gunting?" komentar salah satu pengguna Twitter.

"Aku sesak napas menonton ini," komentar pengguna Twitter lainnya.

Baca juga: Apa Baik Olahraga Jalan Kaki Siang Hari Pakai Jaket Tebal?

Mengenakan baju berlapis-lapis mungkin dilakukan beberapa orang pada saat tidak enak badan. Namun jika yang dipakai sampai terlalu banyak, tentu tidak baik juga. Mengenakan baju yang berlapis-lapis ini mengingatkan pada apa yang terjadi pada James McElvar.

Dikutip dari Daily Mail, James yang akan melakukan penerbangan dari London ke Glasgow diberi tahu bahwa kopernya kelebihan muatan. Untuk kelebihan muatan itu, dia harus membayar sekitar Rp 718 ribu.

Agar tidak dikenai biaya tambahan, James pun berupaya mengurangi beban kopernya dengan cara mengenakan 6 kaos, 4 jumper, tiga jeans, tiga celana jogging, satu jaket dan dua topi sekaligus. Hal ini membuatnya sulit berjalan ke pesawat.

Sesampainya di kursi pesawat, James sudah ingin segera melepaskan pakaiannya, namun dia baru bisa melakukannya saat pesawat sudah mengudara. Tak lama suhu tubuhnya meningkat, keringat mengucur deras dan kepalanya terasa ringan.

Oleh awak kabin, James ditawari barisan kosong di belakang pesawat. James lantas pingsan namun sempat mendapat perawatan dari paramedis yang kebetulan ada dalam penerbangan yang sama. "Saya merasakan ada sesuatu yang tidak beres saat saya mulai susah bernapas. Saya pikir saya kena serangan jantung," kata James setelah kondisinya membaik.

Tidak ada penjelasan detail apakah kondisi yang dialami James merupakan dampak langsung dari memakai baju yang berlapis-lapis itu atau tidak. Yang jelas mengenakan pakaian berlapis-lapis terlalu banyak menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika terlalu ketat, tentu membuat yang bersangkutan jadi sulit bernapas. Apalagi jika cuaca sedang panas, memakai baju berlapis-lapis akan membuat sangat kegerahan.

Jika mengenakan pakaian berlapis-lapis sembari melakukan banyak aktivitas fisik yang memicu keluarnya keringat, hal itu bisa mengakibatkan heat injuries. Ini adalah salah satu cedera yang terjadi di dalam tubuh manusia yang disebabkan akibat panas di dalam tubuh.

dr Hario Tilarso, SpKO, FACSM, dokter spesialis kedokteran olahraga menjelaskan heat injuries ini bisa membuat seseorang pingsan ketika mengalaminya, dan bahkan bisa berakibat fatal, seperti kematian.

Baca juga: Kenakan Jaket Saat Berlari Tidak Disarankan, Ini Bahayanya (vit/up)