Rabu, 19 Okt 2016 18:30 WIB

Mata Terasa Gatal dan Memerah, Tiga Hal Ini Bisa Sebabkan Konjungtivitis

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Radang pada selaput mata atau konjungtivitis adalah penyakit yang sudah lama dideskripsikan sejak peradaban romawi kuno. Meski terapi pengobatan terus berubah seiring perkembangan ilmu namun hal dasar seperti apa yang bisa jadi pemicu masih sama.

Optomologist Jason Yosar dari University of Queensland menjelaskan mata merah konjungtivitis berbeda dari mata merah karena kering atau kemasukkan benda asing. Pada kasus konjungtivitis gejalanya selain merah ia juga terasa gatal, keluar lendir, dan bila awalnya hanya memengaruhi satu mata lama kelamaan bisa juga menular ke mata lain.

Baca juga: Jangan Asal Pakai Obat Tetes Saat Mata Kering, Kenali Dulu Penyebabnya

Menurut Jason ada tiga hal yang bisa menyebabkan konjungtivitis yaitu virus, bakteri, atau reaksi alergi. Bagaimana pengobatan dilakukan tergantung dari apa yang menjadi penyebab.

"Konjungtivitis karena virus adalah bentuk paling umum dari konjungtivitis. Sebuah virus bernama adenovirus yang juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan dan diare bertanggung jawab untuk sekitar 65-90 persen kasus konjungtivitis," tulis Jason untuk The Conversation, dikutip Rabu (19/10/2016).

Biasanya seseorang terkena konjungtivitis ketika mata terpapar percikan liur kecil orang yang sudah terinfeksi. Pengobatan yang dilakukan hanya untuk melegakan gejala karena penyakit akan sembuh sendiri dalam waktu dua hingga tiga minggu.

Untuk kasus konjungtivitis karena bakteri pemicunya bisa karena terjadi kerusakan pada sistem imun. Pada mata sebetulnya sudah ada koloni bakteri yang tidak mengganggu namun bila terjadi ketidakseimbangan bakteri tersebut bisa berkembang biak tak terkendali membuat peradangan.

Menurut Jason satu karakteristik dari konjungtivitis bakteri adalah biasanya ia membuat mata mengeluarkan lendir berwarna putih kekuningan seperti nanah.

"Obat antibiotik dalam bentuk tetes mata dapat dipakai karena efektif mengurangi waktu munculnya gejala konjungtivitis bakteri. Tapi penting untuk diketahui bahwa penyakit ini seringnya bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan," kata Jason.

Terakhir konjungtivitis alergi muncul sebagai bagian dari gejala keseluruhan alergi. Mata merah berair ditemani dengan keinginan kuat untuk bersin-bersin adalah tanda kuat dari konjungtivitis alergi.

Gejala dapat diatasi dengan bantuan golongan obat antihistamin yang memang umum digunakan untuk kondisi alergi.

"Bila Anda memiliki konjungtivitis apapun jenisnya, pertama-tama berhenti memakai lensa kontak dulu bila memang pakai. Setelah itu temui dokter untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki jenis yang lebih serius disebabkan oleh herpes simplex, varicella zoster, chlamydia atau gonorrhoea," tutup Jason.

Baca juga: Amankah Menggunakan Lensa Kontak Saat Berenang?

(fds/up)