Kenali Siklus Infeksi DBD, Suhu Badan Turun Belum Tentu Sembuh

ADVERTISEMENT

Kenali Siklus Infeksi DBD, Suhu Badan Turun Belum Tentu Sembuh

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 26 Okt 2016 07:32 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Saat terinfeksi dengue, suhu badan umumnya akan tinggi selama beberapa hari. Ketika kemudian suhu badan turun, kenali dulu karena bisa jadi itu merupakan fase kritis yang perlu diwaspadai.

Menurut Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo, yang terpenting dalam mengenali demam berdarah dengue atau DBD adalah dengan menghitung hari sakit.

"Jadi DBD ini ada fase demam, kritis dan penyembuhan. Hari pertama sampai hari ketiga biasanya demam tinggi, kemudian hari ketiga sampai hari keenam biasanya suhu turun. Seringnya dikira sudah sembuh padahal justru sedang kritis," tutur Prof Sri dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Selasa (25/10/2016).

Baca juga: Cegah DBD, Vaksin Dengue Akhirnya Tersedia di Indonesia

Jika pada hari pertama sampai hari ketiga biasanya pasien akan mengalami dehidrasi, maka pada hari ketiga hingga hari keenam jika tak diatasi dengan baik pasien berisiko mengalami syok dan perdarahan. Gangguan organ juga sangat mungkin terjadi.

"Kuncinya, kalau demam sudah masuk tiga hari jangan diam saja di rumah. Itu sudah perlu cek darah. Cek darahnya juga semua, mulai dari hematokrit, hemoglobin, leukosit, bukan cuma trombosit. Pengobatannya juga infus segera, tidak ada obat lain," terang Prof Sri.

Selain demam tinggi mendadak 2-7 hari, gejala lain yang muncul biasanya berupa nyeri kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta ruam kulit. Jika sudah berat, gejala khas lain yang juga bisa muncul misalnya nyeri perut, muntah, perdarahan, sesak napas, serta kaki dan tangan dingin.

"Kalau ada batuk dan pileknya berarti bukan DBD. Batuk pilek kan berarti kuman atau virusnya melalui saluran pernapasan, kalau DBD langsung masuk ke aliran darah jadi tidak ada batuk pileknya. Jadi kalau suhu badan tinggi tapi batuk pilek tidak perlu cek darah, kemungkinan flu saja," pesan Prof Sri. (ajg/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT