Sabtu, 29 Okt 2016 14:37 WIB

Jakarta Butuh 800-1.000 Kantong Darah per Hari, Sudahkah Anda Jadi Donor?

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kebutuhan darah di DKI Jakarta mencapai 800 hingga 1.000 kantong per hari. Demi kecukupan stok, sudahkah Anda ikut berdonor darah rutin?

Untuk memenuhi persediaan darah bagi yang membutuhkan, Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta berusaha melakukan rekruitmen donor. "Pada tahun 2016 mentargetkan perolehan 315.000 kantong darah," tutur Wakil Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, dr Murdiati Umbas di Gedung PMI, Jl Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (29/10/2016).
Apresiasi untuk pendonor darah terbanyak di PMI DKI (Foto: Nurvita Indarini/detikHealth)Apresiasi untuk pendonor darah terbanyak di PMI DKI (Foto: Nurvita Indarini/detikHealth)

Tak cuma itu, peningkatan pelayanan, kualitas dan kuantitas darah pun telah dilakukan. Selain itu kepada para donor darah yang telah sukarela menyumbangkan darahnya juga mendapat apresiasi. Seperti pada Sabtu ini, 230 donor mendapat apresiasi lantaran telah 75 kali menyumbangkan darahnya secara sukarela.

"Ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan kepada donor yang telah 75 kali donor darah. Kalau 1 tahun sudah 3 kali donor darah, lalu biasanya kan donor darah itu 3 bulan sekali. Untuk mencapai 75 kali maka harus 25 tahun donor darah," papar dr Murdiati.

Dari 230 orang tersebut, tercatat ada donor tertua dengan usia 68 tahun bernama Fidelis Basuki. Sementara donor termuda berusia 29 tahun, atas nama Djuhri Shafari.

Baca juga: Donor Darah Bisa Turunkan Risiko Terkena Penyakit-penyakit Ini

Dengan apresiasi ini, PMI DKI berharap para donor akan lebih termotivasi untuk menyumbangkan darah. Tak cuma itu, mereka juga diharap bisa menularkan kebiasaan baiknya berdonor darah ke keluarga dan kerabatnya.

"Untuk diketahui salah satu yang butuh darah adalah ibu-ibu hamil yang melahirkan. Karena perdarahan pada saat persalinan yang kemudian membuat kehabisan darah bisa mengakibatkan kematian ibu," imbuh dr Murdiati.

dr Murdiati menambahkan dengan donor darah rutin, kemungkinan besar yang bersangkutan akan selalu sehat. "Insya Allah sehat karena darahnya kan diperiksa. Hanya yang sehat saja yang diberikan ke resipien," tambahnya.

Baca juga: Hendak Donor Darah? Ini Persiapan Penting yang Perlu Diperhatikan (vit/lll)