Rabu, 02 Nov 2016 08:00 WIB

Tak Perlu Minder, Bapak-bapak yang Chubby Justru Panjang Umur Lho

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bobot naik setelah menikah itu wajar, apalagi jika sudah ada buah hati. Di Barat, ada istilah khusus untuk pria dengan tubuh gempal ini, yaitu 'dad bod' atau tubuh ala bapak-bapak.

Meski secara fisik tidak menarik, ada keuntungan yang didapat pria dari kondisi ini lho. Penelitian terbaru yang dilakukan Yale University mengungkap, ayah yang chubby cenderung berumur panjang.

"Salah satu pemicu kenaikan berat badan selepas punya anak adalah penurunan hormon seks, yaitu testosterone. Tetapi karena hal ini mereka justru berumur panjang dan kekebalan imun mereka meningkat," kata peneliti Prof Richard Bribiescas seperti dilaporkan The Telegraph.

Beberapa studi sebelumnya juga membuktikan, pria chubby berpeluang lebih kecil untuk terkena serangan jantung serta kanker prostat.

Sebaliknya, sebuah riset yang dilakukan di tahun 2008 menyebut pria yang metabolismenya tinggi (merujuk pada pria berbadan bugar) berisiko 50 persen lebih tinggi untuk mengalami kematian dini daripada pria gemuk.

Baca juga: Ini Keuntungan Punya Pipi Chubby Seperti Gita Gutawa

Di sisi lain, Prof Bribiescas juga berpendapat, pria chubby cenderung menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anaknya daripada menyibukkan dirinya sendiri dengan hal lain semisal menjaga penampilannya. Bahkan dari risetnya juga terungkap, penambahan lemak di tubuh pria chubby membuatnya tampak lebih atraktif di mata lawan jenis.

Temuan ini senada dengan hasil riset dari Erciyes University, Turki di tahun 2012 lalu. Pria chubby dikatakan bisa tahan lama saat bercinta karena ekstra cadangan lemak di tubuhnya dapat membantu menyeimbangkan hormon-hormon yang ada.

Mereka juga dilaporkan memiliki hormon estradiol lebih tinggi daripada pria kurus atau macho, dan kedua aspek ini terbukti membantu mencegah ejakulasi dini.

Baca juga: Pria Lebih Memilih Wanita yang Chubby Saat Sedang Stres

Penelitian lain dari University of Sheffield, Inggris mengatakan bayi juga lebih menggemari pria berbadan gemuk ketimbang yang berotot. Peneliti menduga bayi lebih memilih pria berbadan gemuk karena posturnya menyerupai wanita gemuk atau setidaknya mirip dengan ibunya yang rata-rata mengalami kenaikan berat badan selepas melahirkan.

(lll/vit)