Kamis, 03 Nov 2016 11:25 WIB

Gunakan Teknik Mutakhir, RSCM Makin Banyak Tangani Cangkok Hati

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi operasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Minat pasien untuk melakukan operasi cangkok hati di luar negeri sepertinya mulai berkurang. Buktinya dalam beberapa tahun belakangan jumlah kasus yang ditangani RS Cipto Mangunkusumo mengalami peningkatan.

"Per 4 November kemarin kami sudah menangani 10 pasien anak. Diperkirakan, pada akhir tahun jadi 12 pasien," kata dr Hanifah Oswari, SpA(K), Ketua Tim Transplantasi Organ RSCM dalam temu media di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016).

Jumlah ini meningkat dibandingkan pada masa-masa awal RSCM menangani cangkok hati. Pada saat itu, RSCM bekerja sama dengan Zhejiang University di China baru sanggup menangani 1-2 pasien dalam setahun. Demikian juga saat bekerja sama dengan Singapura, baru bisa menangani sekitar 3 pasien per tahun.

Sejak tahun 2010, RSCM bekerja sama dengan Prof Mureo Kasahara dari National Center for Child Health and Development di Jepang mulai menggunakan teknik monosegmen. Dengan teknik baru ini, pasien anak dengan berat badan kurang dari 10 kg bisa menjalani cangkok hati tanpa perlu menunggu terlalu lama.

"Hati punya 8 bagian yang fungsional. Biasanya ada 2 segmen yang diambil, segmen 2 dan 3. Nah, sekarang bisa diperkecil," kata dr Tri Hening, SpBA salah satu anggota tim bedah transplantasi hati RSCM.

Baca juga: 2 Anak dengan Penyakit Langka Akan Jalani Cangkok Hati di RSCM

Sebelum memakai teknik monosegmen, berat badan pasien memang menjadi salah satu tantangan terberat dalam mempersiapkan cangkok hati. Anak-anak dengan gangguan fungsi hati cenderung kurang nutrisi, sementara penyakitnya terkadang tidak bisa menunggu sampai berat badannya naik.

"Sekarang, 5 kg ke atas sudah bisa kita operasi. Bahkan teoretis, 2,5 kg sudah bisa," kata dr Hanifah.

Baca juga: Perjuangan Edi, Buruh Pabrik di Cakung yang Merawat Anak dengan Gangguan Hati

(up/vit)