Kamis, 03 Nov 2016 13:05 WIB

Cinemathoscope

A Beautiful Mind: Si Genius yang Hidup di antara Halusinasi dan Delusi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Halaman 3 dari 4
2 Didiagnosis Skizofrenia Paranoid
Ilustrasi skizofrenia (Foto: Rachman Haryanto)

John melarikan diri namun berhasil tertangkap. Salah satu dari beberapa orang yang mengejarnya mengaku sebagai Dr Rosen dari McArthur Psychiatric Hospital. John berhasil tertangkap dan dibawa ke rumah sakit. Alicia pun dipanggil. Hal pertama yang ditanyakan Dr Rosen kepada Alicia adalah tentang keberadaan Charles.

"Apakah kalian pernah makan malam bersama? Apakah ia datang ke pernikahanmu?," tanya Dr Rosen. Namun Alicia beralasan, Charles tak pernah bertemu dengannya karena sibuk mengajar di luar kota. Bahkan ketika Alicia bersikeras Charles adalah teman sekamar John di Princeton, Dr Rosen mengungkapkan bahwa suaminya tinggal seorang diri saat kuliah.

Alicia kemudian diberitahu bahwa John terserang skizofrenia paranoid, diduga sejak kuliah master di Princeton. Ia pun memastikannya dengan mengunjungi ruang kerja John di Wheeler Labs, yang ternyata dipenuhi kliping dan tumpukan majalah. Ia juga mendatangi rumah yang selama ini menjadi 'drop spot' John, yang ternyata hanyalah rumah kosong. Wanita ini bahkan menemukan tumpukan amplop berisi laporan rahasia dari John yang tak pernah dibuka.

Ketika Alicia mengkonfrontasi hal ini kepada John, suaminya tak terima. Namun begitu kembali ke kamar, lengan John ditemukan berdarah-darah karena ia berupaya mencari implan yang menjadi identitas rahasianya selama ini. Ini membuktikan bahwa apa yang selama ini dilakukan dan dihadapi John seringkali merupakan delusi semata, termasuk eksistensi Charless dan keponakannya, Marcee serta William.

Menariknya, penonton juga seolah-olah merasakan kehadiran ketiga sosok tak nyata yang ada di pikiran John. Bahkan ketika faktanya ketiga orang ini tidak benar-benar ada, penonton mungkin juga dibuat terkejut karena mereka terlihat sangat nyata. Bisa jadi setelah diagnosis John keluar, banyak yang bertanya-tanya mana lagi orang yang tidak nyata di hidup John dan mana yang nyata.

Dalam berbagai situs yang memaparkan tentang skizofrenia, sebagian besar mengatakan gangguan mental ini tergolong serius dan parah (severe). Salah satunya Mayo Clinic. Di situs ini dikatakan pasien skizofrenia tak bisa membedakan mana realitas dan mana yang bukan.

Hal ini juga diutarakan Dr Rosen kepada Alicia. Katanya, mimpi terburuk dari seorang pasien skizofrenia bukan hanya mereka tidak tahu mana yang nyata dan mana yang tidak, tetapi juga hal-hal yang mereka pikir ada ternyata tidak pernah ada.

Halusinasi dan delusi merupakan gejala utama dari skizofrenia. Halusinasi merujuk pada kemampuan untuk melihat dan mendengar sesuatu yang tidak ada, sedangkan delusi adalah meyakini sesuatu yang tidak riil atau nyata. Meski betulan genius, ia beberapa kali terlihat bicara melompat-lompat.

Gejala lain yang terlihat jelas dalam keseharian John adalah kurangnya kemampuan untuk berfungsi secara normal, seperti kurang menjaga kebersihan, kurang memperlihatkan emosi (tidak membuat kontak mata, ekspresi wajah tidak berubah atau berbicara dengan nada monoton), ditambah lagi dengan tidak tertarik melakukan rutinitas harian dan tertutup secara sosial.

Gejalanya bisa bervariasi, baik jenis maupun tingkat keparahannya dari waktu ke waktu. Tetapi beberapa gejala akan terus ada. John mengaku, ia tetap diikuti oleh sosok tak nyata yaitu Charles, Marcee dan William, bahkan sampai ia menua.

Dalam suatu kesempatan, ia pernah ditanya apakah ketiganya masih ada. John pun menjawab bahwa mereka selalu ada di sekitarnya, hanya saja ia berhenti berbicara kepada mereka agar bisa hidup normal demi keluarganya.

John sebenarnya patuh meminum obat, tetapi perubahan pada dirinya membuatnya enggan berobat lagi. Ikuti kelanjutannya.

(lll/vit)