ADVERTISEMENT

Sabtu, 05 Nov 2016 08:20 WIB

Galang Dana untuk Down Syndrome, Ibu Ini Akan Ganti Kaus 26 Kali Saat Maraton

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ist
Jakarta - Sebentar lagi New York City Marathon akan digelar, dan seorang ibu akan memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan penggalangan dana bagi sindroma down.

Ide ini sudah dilontarkan Genevieve Brown kepada LuMind Research Down Syndrome sejak setahun lalu. LuMind merupakan sebuah organisasi nirlaba yang memberikan pendanaan bagi berbagai riset untuk meningkatkan pengobatan dan kemandirian orang dengan sindroma down.

Jadi rencananya Brown akan ambil bagian dalam New York City Marathon, dengan target dana yang digalang mencapai 321 dollar AS. Angka 321 sendiri merepresentasikan salinan kopi kromosom ketiga dari kromosom 21 yang dimiliki orang-orang dengan sindroma down.

Tetapi baru tiga pekan diajukan, yaitu Oktober lalu, ide ini telah mendorong terkumpulnya dana lebih dari 8.500 dollar di situs resmi LuMind. Lebih dari target yang ingin dicapai Brown dan LuMind.

Untuk itu, rencana sedikit diubah. Nantinya ketika maraton berlangsung, Brown akan mengenakan 26 kaus yang berbeda untuk tiap mil dalam gelaran maraton kali ini. New York City Marathon memang menempuh jarak sejauh 26,2 mil.

Di atas ke-26 kaus itu tercantum nama orang-orang yang memberikan sumbangan paling awal kepada LuMind. Salah satunya Karen Gaffney dari Portland, Oregon. Gaffney rupanya juga mengidap sindroma down tetapi ia adalah presiden Karen Gaffney Foundation, organisasi yang mendukung inklusi penuh terhadap penyandang sindroma down dan disabilitas lainnya.

"Kita memang harus bekerja lebih keras dari lainnya, tapi kita bisa! Jadi kita harus mencoba menyebarkan pemahaman ini," katanya kepada ABC News.

Untuk teknisnya, di titik-titik tertentu perwakilan dari LuMind akan berdiri di pinggir jalan untuk menyodorkan 5-6 kaus kepada Brown, sehingga nantinya Brown tinggal berganti kaus sendiri di tiap pergantian jaraknya. Di tiap titik juga ada beberapa keluarga yang akan menjadi suporter Brown, termasuk keluarganya sendiri di mil ke-18.

Tak lupa, Brown juga mempersiapkan kaus bertuliskan nama putranya, Will. Rencananya kaus ini baru akan dipakai di 0,2 mil terakhir, saat ia memasuki garis finish.

Baca juga: Anak dengan Down Syndrome Bukan Anak Aneh yang Tak Bisa Apa-apa

Bagi Brown sendiri, memiliki anak dengan sindroma down tak ubahnya berlari maraton. "Kebanyakan menyenangkan dan kami punya banyak memori indah, tetapi ada juga saat-saat di mana kami harus jatuh-bangun," tuturnya seperti dilaporkan ABC News.

Namun diakui ibu tiga anak ini, keberadaan Will telah membuka matanya sebab mereka yang terlahir dengan sindroma down tak ubahnya orang-orang pada umumnya.

"Bahkan mereka punya kecerdasan emosional yang lebih tinggi dari orang kebanyakan, jadi dalam kesempatan ini saya juga ingin menunjukkan itu kepada publik," tekadnya.

Baca juga: Tips Mengasuh Anak dengan Sindroma Down

(lll/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT