Rabu, 09 Nov 2016 07:05 WIB

Setelah Operasi, Bocah Leher 'Menggantung' Tiba-tiba Meninggal

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Mahendra Ahirwar adalah bocah laki-laki 13 tahun dari India yang memiliki kondisi langka bernama congenital myopathy. Ia lahir dengan otot leher yang lemah sehingga tak bisa tegap lurus menopang berat kepalanya sendiri.

Orang tua Mahendra, Mukesh Ahirwar (41) dan Sumitra Ahirwar (36) mengatakan sejak kecil leher putranya tersebut selalu menggantung bahkan bisa sampai 180 derajat. Pada Februari 2016, berkat bantuan dermawan ia akhirnya bisa menjalani operasi untuk meluruskan leher dan menjalani hidup layaknya anak normal.

Namun sayang tanpa ada tanda-tanda, Mahendra mendadak dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (5/11) sore. Sumitra bercerita padahal dari pagi ia sehat-sehat saja beraktivitas biasa seperti bermain, makan, dan menonton televisi.

Baca juga: Kondisi Langka, Leher Bocah Ini Selalu 'Menggantung' dan Tak Bisa Tegak

"Dari pagi Mahendra main, sarapan, lalu mandi. Siang hari setelah makan dia minta nyalakan televisi, saya nyalakan saluran kartun favoritnya dan dia batuk dua kali," ujar Sumitra seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (9/11/2016).

"Dia meminta saya untuk mengusap dadanya lalu mencoba batuk untuk ketiga kali dan tiba-tiba saja meninggal. Saya mulai menangis memanggil namanya," lanjut Sumitra.

Dokter datang 15 menit kemudian dan mengkonfirmasi bahwa Mahendra memang meninggal dunia. Konsultan bedah ortopedi dr Rajagopalan Krishnan yang dulu melakukan operasi mengaku terkejut dengan kabar tersebut karena menurut pengetahuannya kondisi Mahendra baik-baik saja.

"Saya hanya bisa berspekulasi bahwa mungkin ada kejadian serangan jantung atau paru-paru yang masif karena seringkali itu tidak ada tanda-tanda. Saya kira miopati dan kondisi otot dadanya yang buruk jadi penyebab," ungkap dr Rajagopalan.

Miopati sendiri adalah kelainan dimana karena suatu sebab saraf-saraf otot perlahan melemah hingga akhirnya lumpuh. Anak yang menyandang kondisi ini umurnya memang tidak panjang terutama ketika otot paru atau jantungnya yang mulai terpengaruh.

Baca juga: Meski Fisik Lemah karena Kelainan Genetika, Habibie Berhasil Tulis Buku Kedua


(fds/vit)