Sabtu, 19 Nov 2016 16:35 WIB

Begini Kondisi Penyakit Psoriasis di Indonesia

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Psoriasis merupakan salah satu penyakit autoimmune yang menyerang kulit. Penyakit ini membuat kulit seseorang menjadi lebih tipis dan lebih peka terhadap sentuhan.

Data WHO menunjukkan kurang lebih 125 juta orang di dunia mengidap psoriasis. Bagaimana dengan di Indonesia?

"Menurut perkiraan data sementara di Indonesia orang dengan psoriasis (ODEPA) berjumlah satu sampai tiga persen. Setiap wanita atau laki-laki memiliki kesempatan yang sama ya," tutur dr Theresia Sandra Diah Ratih, MHA, Kepala Sub Direktorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Peringatan Hari Psoriasis Sedunia 'Mengejar Mimpi' oleh Yayasan Peduli Psoriasis Indonesia (YPPI) dan Prodia di Prodia Tower, Jl Kramat Raya, Jakarta Timur, Sabtu (19/11/2016). dr Sandra juga mengatakan bahwa penyakit psoriasis kini sudah dimasukkan ke dalam bagian bidang penyakit tidak menular sehingga dapat ditinjau lebih baik.

Baca juga: Studi: Pria dengan Psoriasis Lebih Rentan Alami Disfungsi Ereksi

Pengendalian faktor risiko merupakan salah satu cara pencegahan yang harus dilakukan. salah satunya adalah dengan membedakan mana yang tergolong sebagai psoriasis dan mana yang hanya penyakit kulit biasa.

"Semua harus lebih aware termasuk tenaga kesehatan medisnya, jangan sampai hanya didiagnosa eksim atau jamur jadi itu aja yang berusaha disembuhkan. Oleh karena itu sekarang kami sedang menyusun peluang-peluang karena baru tahun ini jadi kita kumpulkan semua para ahli untuk membantu ODEPA," sambung dr Sandra.

Penyembuhan penyakit psoriasis tentunya membutuhkan dukungan lingkungan sekitar. Selain keluarga dan kerabat, dukungan dari sesama ODEPA juga dapat membantu pemulihan pasien psoriasis.

"Dukungan grup bagi sesama ODEPA sangat penting agar para ODEPA tidak merasa sendiri atau terkucilkan. Oleh karena itu dukung terus komunitas grup untuk saling berbagi cerita dan meringankan," imbuh dr Sandra.

Baca juga: Norwegian Scabies, Ketika di Satu Tubuh Seseorang Bersemayam Ribuan Kutu (mrs/mrs)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya