Senin, 21 Nov 2016 18:35 WIB

Dorong Pasutri Semangat 'Bikin' Anak, Hotel di Italia Tawarkan Kamar Gratis

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Italia merupakan salah satu negara di Eropa yang dikenal sebagai gudangnya obyek wisata eksotis. Namun ada persoalan yang terpendam di balik pesona ini, yaitu rendahnya angka kelahiran di negara ini.

Data dari pemerintah setempat mengungkap Italia memiliki laju kelahiran terendah di Uni Eropa, bahkan salah satu yang terendah di dunia.

Ambil contoh di tahun 2015, hanya tercatat 8 bayi yang lahir dari 1.000 penduduk di Italia. Bila dibiarkan, jumlah penduduk di Italia akan sulit berkembang.

Kondisi ini kemudian mendorong sebuah jaringan hotel di Assisi, Italia untuk menawarkan kamar gratis bagi pasangan suami istri yang berniat bulan madu di sana dengan harapan bisa meningkatkan peluang hamil dan angka kelahiran.

Proyek yang diberi nama The Fertility Room ini digagas oleh pelaku wisata setempat, selain untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Assisi yang juga dikenal sebagai tempat lahirnya salah satu imam umat Katolik terkemuka, Francis of Assisi.

Baca juga: Jika Rekomendasikan Donor Sperma, Pasutri akan 'Dihadiahi' Bayi Tabung Gratis

Namun fasilitas kamar gratis ini tidak diberikan di muka lho. Ketentuannya, kamar gratis ini baru akan diberikan bila pasangan berhasil menunjukkan sertifikat sebagai bukti bayi mereka dilahirkan sembilan bulan setelah menginap di hotel-hotel milik jaringan hotel tersebut.

"Melahirkan adalah bentuk cinta yang begitu mendalam, yang harus didukung meskipun dihadang berbagai kesulitan," tulis situs resmi The Fertility Project.

Kendati demikian, pemerintah setempat tak begitu sependapat dengan niat baik jaringan hotel tersebut. Sebab proyek ini dikhawatirkan akan mengganggu image dari kota Assisi sebagai kota yang bernuansa religius.

"Untuk itu kami harus melakukan investigasi ulang, apakah upaya ini sesuai dengan image publik yang dimiliki Assisi ataukah tidak," tutur Claudio Ricci dalam pernyataannya, seperti dikutip dari BBC, Senin (21/11/2016).

Baca juga: Spanyol Surga Belanja Bagi yang Butuh Sperma dan Sel Telur (lll/vit)
News Feed