Selasa, 13 Des 2016 08:00 WIB

Sedihnya Pria Ini Saat Tetangganya Meninggal karena AIDS

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi Ilustrasi
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia
Jakarta - Stigma terhadap pengidap HIV (Human Imunodeficiency Virus) berdampak juga pada penanganan penyakit. Keengganan untuk periksa dan berobat karena takut dihakimi, seringkali harus dibayar 'mahal'.

"Dulu pernah ada warga yang meninggal. Setelah meninggal, lalu diperiksa, baru ketahuan kalau dia AIDS," kata Khaerudin, seorang kader HIV di Keluragan Lagoa, Koja, Jakarta Utara.

"Di situ kami merasa kecolongan," lanjutnya, menyesalkan kejadian tersebut.

Sebagai kader yang dibekali pengetahuan yang menyeluruh tentang HIV dan AIDS (Acquired Imuno Deficiency Syndrome), Khaerudin meyakini bahwa infeksi HIV sebenarnya bisa diobati. Tidak untuk menyembuhkan, melainkan untuk memperbaiki kualitas hidup. Pengidapnya tidak harus meninggal karena AIDS, dan bahkan bisa hidup normal dengan kontrol dan pengobatan yang teratur.

Namun untuk memberikan obat HIV secara teratur sesuai anjuran, stigma negatif terhadap pengidap HIV adalah salah satu tantangan utamanya. Jangankan untuk berobat, untuk periksa saja banyak orang merasa sungkan karena khawatir dituding punya perilaku yang berisiko seperti seks bebas atau memakai narkoba suntik.

Baca juga: Agar Tak Menyeramkan, Tes HIV di Jakut Dibarengkan Cek Kolesterol

Sedihnya Pria Ini Saat Tetangganya Meninggal karena AIDSKeterlibatan kaum muda mengkampanyekan ancaman HIV-AIDS (Foto: uyung)


Data di Indonesia menyebutkan bahwa sejak 1987, secara kumulatif jumlah kasus HIV tercatat sebanyak 208.920 orang, dan AIDS sebanyak 82.556 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 11.655 kasus AIDS ditemukan pada ibu rumah tangga. Tanpa intervensi tertentu, para ibu yang terinfeksi juga bisa menularkan HIV ke anak-anak yang dilahirkannya.

Data tersebut menunjukkan bahwa HIV maupun AIDS bisa menyerang siapa saja, bukan hanya kelompok tertentu yang selama ini dianggap berisiko tinggi seperti pekerja seks dan pengguna narkoba suntik. Ibu rumah tangga bisa saja tertular dari suaminya, demikian juga anak-anak bisa tertular dari orang tuanya.

Baca juga: Dallas Buyers Club: Jatuh Bangun si Koboy untuk Bertahan Hidup dari AIDS

Bagaimana tes HIV dilakukan? Simak videonya berikut ini:

(up/vit)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia