Jumat, 16 Des 2016 16:05 WIB

Hati-hati, Ini Efeknya Kalau Suka Pakai Celana Jeans Ketat

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Celana jeans ketat memang sempat menjadi tren fashion, baik pada pria maupun wanita. Meski populer, pemakaian celana model ini justru berdampak buruk lho.

Seperti disampaikan oleh dr Eddy Karta, SpKK kepada detikHealth, pemakaian celana jeans ketat berkepanjangan untuk jangka waktu lama memang tidak disarankan, baik pada pria maupun wanita.

Pada pria, pemakaian jangka panjang celana jeans ketat dapat mengganggu proses pematangan sperma. Faktanya, sperma membutuhkan suhu 1-2 derajat lebih rendah dari suhu tubuh sehingga dapat berlangsung baik di dalam kantong skrotum.

"Memakai celana jeans ketat menyebabkan skrotum tertekan ke atas, yang selanjutnya meningkatkan suhu skrotum. Akibatnya, proses pematangan sperma pun terganggu," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin Edmo Clinic Jakarta Selatan tersebut.

Baca juga: Perhatikan, 4 Tren Mode Ini Diam-diam Bisa Merusak Kesehatan Wanita

Selain celana jeans, pemakaian celana dalam ketat juga berdampak negatif bagi pria. Pakar kesuburan University of Sheffield, Allan Pacey, menyebutkan bahwa pria yang sering mengenakan celana dalam ketat cenderung mempunyai sperma bermutu rendah.

Seperti dikutip dari Metro, Pacey mengungkapkan pria dengan celana dalam ketat berisiko 2,5 kali lebih besar untuk menghasilkan sperma berkualitas rendah dibandingkan yang suka memakai celana boxer.

Sementara itu, pemakaian celana jeans ketat bagi wanita juga berdampak buruk. Dikatakan dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, celana ketat memang banyak mengakibatkan masalah. Mulai dari nyeri berkepanjangan di area panggul akibat penekanan yang berlebihan dan lama hingga infeksi jamur, bakteri hingga parasit di vagina.

Selain itu, pemakaian celana ketat juga bisa mengakibatkan vagina tidak bisa 'bernapas'. padahal, vagina membutuhkan pertukaran udara untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalamnya. Nah, pertukaran yang gagal ini mengakibatkan mudahnya bakteri, jamur dan parasit tumbuh di dalam vagina.

"Infeksi di dalam kandungan ini bisa naik ke atas menginfeksi area sekitarnya seperti saluran kencing, kandung kencing dan tentunya rahim," tutur dr Hari.

Baca juga: Catat, Faktor-faktor yang Bisa Ubah pH Vagina dan Tingkatkan Risiko Infeksi


(ajg/vit)