Selasa, 03 Jan 2017 11:35 WIB

Makan Ikan dan Sayuran Hijau Turunkan Risiko Berbagai Penyakit Lho

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Pola makan sehat dengan gizi seimbang benar-benar bisa membuat Anda panjang umur. Studi terbaru dari China menyebut konsumsi makanan tinggi magnesium seperti ikan, sayuran hijau dan kacang-kacangan dapat menurunkan risiko terserang penyakit tidak menular.

Dr Xuexian Fang, pakar nutrisi dari Zhengzhou University, China, melakukan penelitian dengan melihat data dari 40 studi sebelumnya dari tahun 1999 hingga 2016. Dr Fang menganalisis efek diet tinggi magnesium terhadap risiko terserang penyakit tidak menular seperti stroke, diabetes dan serangan jantung.

"Magnesium memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Kami menemukan salah satunya adalah menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, stroke dan penyakit jantung," tutur Fang, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Manfaat Super Sayur Hijau: Cegah Diabetes dan Bikin Langsing

Hasil penelitian menyebut diet tinggi magnesium dapat menurunkan risiko terserang penyakit jantung 10 persen, stroke 12 persen dan diabetes 26 persen. Selain itu, risiko penyakit lain seperti gagal jantung dan kematian akibat penyakit jantungnya lainnya mengalami penurunan 7 persen.

Peneliti menduga konsumsi magnesium dalam jumlah banyak membantu mengatasi terjadinya inflamasi di beberapa organ tubuh. Inflamasi merupakan salah satu faktor penyebab mengapa penyakit kronis dapat terkontrol sehingga tidak menjadi semakin parah.

Dr Andrea Romani, peneliti dari Case Western Reserve University, Ohio, menyebut kandungan magnesium diketahui tinggi pada makanan seperti ikan laut, sayuran berdaun hijau, gandum hinga kacang-kacangan. Untuk menjaga kadar magnesium tetap tinggi, ia menyarankan agar makanan tersebut tidak dimasak atau direbus terlalu lama.

"Memasak atau merebus ikan dan sayuran hijau terlalu lama dapat mengurangi kadar magnesium. Untuk itu jika ingin mendapat manfaatnya, hindari merebus terlalu lama," tutur Romani yang tidak terlibat dalam penelitian.

Studi ini dipublikasikan di jurnal BMC Medicine.

Baca juga: Mau Coba Diet DASH? Jangan Lupa Siapkan Asupan Ini Dalam Menu Harian

(mrs/vit)