Jumat, 06 Jan 2017 07:35 WIB

Lingkar Lengan dan Hubungannya dengan Penyakit Jantung

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Lingkar lengan selain dapat jadi indikator seberapa bugar seseorang pada orang tua juga bisa memprediksi kemungkinan selamat dari penyakit kardiovaskular. Hal tersebut dilaporkan oleh peneliti dalam studi terbaru yang dipublikasi di American Journal of Cardiology.

Peneliti dari Kitasato University, Jepang, mengatakan di masa tua orang-orang akan mulai kehilangan massa dan kekuatan otot secara alami yang disebut juga sarcopenia. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari perubahan hormon, kurangnya aktivitas fisik, penyakit kronis, penurunan fungsi neurologi, hingga nutrisi buruk.

Baca juga: Benarkah Otot Merekam Gerakan Saat Olahraga?

Nah pengurangan massa otot ini yang kemudian jadi penghubung ke prediksi kemungkinan selamat dari penyakit kardivaskular. Studi-studi sebelumnya telah melihat bahwa kelemahan otot karena sarcopenia berhubungan dengan kondisi kronis.

Untuk membuktikannya peneliti mengukur lingkar lengan atas dan sebagai tambahan lingkar betis 600 orang tua berusia lebih dari 65 tahun untuk mengukur massa otot. Setelah itu dalam satu setengah tahun periode studi diketahui 72 responden telah meninggal.

"Lingkar lengan dan lingkar betis yang tinggi berkaitan dengan hasil yang lebih baik. Tetapi hanya lingkar lengan, bukan lingkar betis, yang menunjukkan kapasitas prognostik independen setelah disesuaikan dengan faktor prognostik lain," ungkap peneliti.

Dalam kesimpulannya peneliti menulis lingkar lengan atas ke depan mungkin dapat menjadi standar pengukuran risiko pada pasien penyakit jantung.

Baca juga: Lari Vs Jalan Kaki, Mana yang Lebih Sehat?

(fds/vit)