Minggu, 22 Jan 2017 11:45 WIB

Kemenkes Teliti Dugaan Kasus Antraks di Laboratorium Balitbangkes

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kementerian Kesehatan masih melakukan penelitian lebih lanjut soal dugaan kasus antraks yang terjadi di Kulon Progo, Yogyakarta. Berdasarkan laporan dari RSUP Dr Sardjito, ada 1 pasien yang meninggal diduga karena antraks.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi, mengatakan dugaan tersebut harus dikonfirmasi oleh laboratorium. Saat ini, laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) sedang mengalisa sampel yang dikirim.

"Dilaksanakan oleh laboratorium Balitbangkes ya. Soal berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai saat ini saya belum terkonfirmasi. Nanti akan diinfokan," tutur Oscar kepada detikHealth, Minggu (23/1/2017).

Baca juga: Pasien Meninggal di RSUP Dr Sardjito, Hasil Lab Ada Bacillus anthracis

Oscar meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik. Masyarakat tidak perlu khawatir karena rumah sakit aman untuk berkunjung maupun berobat.

Ia juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Kulon Progo sudah bergerak bersama Dinas Peternakan, Field Epidemiology Training Program (FETP) Fakultas Kedokteran UGM, INA RESPOND Litbangkes, Balai Besar Veteriner Wates, dan RSUP Dr Sarjdito ke lapangan untuk memastikan tidak ada infeksi tambahan pada manusia.

Selain itu, Oscar menambahkan, terkait kematian hewan juga sudah dilakukan investigasi dengan dinas peternakan setempat dan diperkuat oleh Kemenkes. Masyarakat khususnya di wilayah Kulon Progo tidak perlu takut mengonsumsi daging asalkan dagingnya sehat.

"Pastikan daging yang dibeli bersertifikat, masak daging dengan sempurna dengan suhu lebih dari 100 derajat celcius selama 5-10 menit, serta selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," katanya.

Sebelumnya dilaporkan, hasil laboratorium darah (kultur) yang hasilnya baru keluar setelah pasien meninggal, menunjukkan adanya infeksi bakteri. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pediatric Intensive Care Unit (PICU), RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr Noornaningsih SpA(K).

"Sehingga selama dalam perawatan pasien ini didiagnosa menderita meningitis (radang otak). Sedangkan hasil tes kultur yang memang dalam pengecekannya cukup lama, diperoleh bakteri Bacillus anthracis," jelasnya.

"Namun demikian RSUP Dr Sardjito masih perlu melakukan serangkaian pemeriksaan lebih detail lagi untuk memastikan bakteri itu adalah Anthrax," tandasnya.

Baca juga: Pesan FK UGM untuk Masyarakat Terkait Penyakit Antraks di Yogya (mrs/up)
News Feed