Kamis, 26 Jan 2017 12:02 WIB

Saat Survivor Kanker Anak Sampaikan Pesannya untuk Donald Trump

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Facebook/ Team Abri
Jakarta - Di tahun 2015, bocah 8 tahun bernama Abriel Bentley ini didiagnosis ewing sarcoma, jenis kanker tulang langka. Penyakit itu membuat Abri harus menjalani 17 sesi kemoterapi dan operasi di kaki.

Beruntung, di tahun 2016, ia dinyatakan sembuh dari kankernya. Tapi, Abri tak berdiam diri. Bocah asal Arizona ini terus berjuang meningkatkan kepedulian terhadap kanker anak. Termasuk mengungkapkan harapannya jika dana penelitian soal kanker anak bisa bertambah.

Salah satu yang dilakukan Abri untuk meningkatkan kepedulian terhadap kanker anak yakni dengan menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru, Donald Trump. Pesan Abri kepada Trump ia sampaikan dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang diunggah di halaman Facebook Abri Team. Dalam video tersebut, Abri berharap orang lain bisa membantu menyebarkan video ini sampai Trump melihatnya.

"Dear Presiden Trump, selamat. Anda sudah memenangkan pemilihan ini. Tolong juga bantu kami mengalahkan kanker. Ada beberapa hal yang perlu diketahui. Kanker anak tidak diskriminatif, tidak memiliki batasan dan hanya butuh penelitian untuk membantu kami," tutur Abri.

Saat ini, lanjut Abri, The National Cancer Institute hanya memberi dana kurang dari 4 persen untuk riset kanker anak. Abri mengatakan, mungkin Trump bisa mendorong The National Cancer Institute untuk menambah anggaran biaya penelitian.

Baca juga: Lawan Kanker Tulang di Usia 4 Tahun, Pio Tetap Lincah dan Selalu Tersenyum

"Beberapa dari kami meninggal karena kemo. Itu terlalu besar untuk tubuh kami yang kecil. It's not ok. Presiden Trump tolong jangan lupakan kami. Anda bisa membuat Amerika lebih hebat. Lalu, apakah Anda bisa membuat Gedung Putih dihiasi lampu berwarna emas untuk semalam saja? Itu warna untuk kanker anak. Sehingga, orang akan tahu bahwa perubahan sudah ada. Terima kasih," kata Abri.

Ibu Abri, Nikkole Bentley mengatakan tidak mudah melihat seorang anak kesakitan saat menjalani kemoterapi. Terlebih, beberapa kali Abri tampak tak kuat dan ia menjerit kesakitan. Untuk itu, Nikkole amat mendukung putrinya dalam meningkatkan kepedulian terhadap kanker anak.

Dikatakan Nikkole, di bulan September 2016 Abri pernah membuat video untuk Trump yang kala itu masih menjadi kandidat presiden AS, masih dengan pesan yang sama: diharapkan Trump bisa membantu memajukan penelitian soal kanker anak.

Baca juga: Inilah Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak-anak

Abri yakin, Trump bisa membantu anak-anak dengan kanker. Dengan begini, masyarakat juga bisa tahu bahwa anak dengan kanker butuh dukungan dalam memajukan pengobatan bagi mereka.

"Sebagai orang tua anak pasien kanker, melihat anak Anda menyampaikan aspirasinya untuk membuat perbedaan bagi anak lain amat membanggakan. Bahkan, akan baik sekali jika suara Abri bisa membuat masyarakat mendukung anak-anak dengan kanker," tutur Nikkole.

Sejak diunggah pada 22 Januari lalu, video Abri sudah dilihat lebih dari 385 ribu kali dan sudah dibagikan 9.771 kali. Berikut ini video lengkap pesan Abri yang ia sampaikan untuk Trump:




(rdn/vit)