Minggu, 29 Jan 2017 20:40 WIB

Menurut Kamu, Ciuman Bisa Tularkan HIV atau Tidak?

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: Puti Aini Y
Jakarta - HIV adalah virus yang hingga saat ini belum ada vaksinnya dan belum bisa betul-betul diobati. Lantas apakah berciuman bibir bisa menularkan virus ini?

Soal bisa tidaknya virus HIV menular melalui ciuman bibir menjadi pertanyaan yang dilontarkan salah satu relawan Yayasan Aids Indonesia (YAIDS) ketika mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada HIV-AIDS. Ya, melontarkan pertanyaan merupakan cara untuk membuat pengunjung penasaran dan ingin tahu HIV-AIDS lebih dalam lagi.

"Kalau menurut kamu ciuman nularin HIV nggak? Kalau saya bilang bisa nularin melalui gusi atau sariawan yang berdarah," ucap Ariko dari YAIDS dalam diskusi kepada para pengunjung di kawasan car free day, Jakarta, Minggu (29/1/2017).

Jadi jika kesehatan gigi dan mulut terjaga dengan baik, termasuk tidak ada luka dan perdarahan, maka jika ada suami yang memiliki HIV-AIDS tidak akan menularkan virus itu pada istrinya ketika mereka berciuman bibir. Sebaliknya jika ada perdarahan dan luka, ada kemungkinan terjadi penularan.

Orang dengan HIV-AIDS juga sering terstigma. Ini dikarenakan informasi tidak utuh yang diterima masyarakat. Misalnya ada informasi bahwa salah satu penularan HIV-AIDS adalah melalui cairan tubuh, padahal tidak semua cairan tubuh bisa menularkan HIV-AIDS. Cairan tubuh yang bisa menularkan HIV-AIDS adalah darah dan cairan di alat kelamin.

Obie (21), salah satu volunteer YAIDS, mengaku tertarik melakukan sosialisasi informasi tentang HIV-AIDS karena dirinya sendirinya yang penasaran. Dengan lebih tahu soal HIV-AIDS, dia juga bisa memberikan informasi tersebut ke keluarga dan teman-teman dekatnya.

Baca juga: Hanya Berpelukan dan Minum Segelas Bersama Tak Akan Tularkan HIV-AIDS
https://health.detik.com/read/2016/12/02/132938/3360987/775/hanya-berpelukan-dan-minum-segelas-bersama-tak-akan-tularkan-hiv-aids

"HIV itu kan penyakit yang dibilang seram. Makanya saya ingin nyebarin informasi ini ke orang-orang terdekat," kata pria yang masih berkuliah ini.

Dari informasi dasar yang telah diberikan YAIDS, masyarakat diharapkan bisa mendapat informasi yang benar. Hal ini dirasakan manfaatnya oleh Navi, salah satu peserta diskusi. Ia penasaran mengenai HIV-AIDS karena sebelumnya belum pernah mencari tahu tentang HIV-AIDS.

"Lihat pamflet dan pengen tahu tentang HIV-AIDS karena belum pernah searching tentang HIV-AIDS. Jadi biar tahu cara menghindari dan penularannya jadi bisa disebarin informasinya," ucap pria yang berumur 23 tahun ini.

Kegiatan pemberian informasi HIV-AIDS baru pertama kali digelar YAIDS di area car free day. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilakukan rutin. "Alhamdulilah masyarakat semangat dan antusias," ucap Andrian selaku koordinator YAIDS.

Nah, bagi yang ingin bergabung dan menyebarkan informasi HIV-AIDS, bisa disimak di Twitter dan Instagram @yaids

Baca juga: Sedihnya Pria Ini Saat Tetangganya Meninggal karena AIDS
https://health.detik.com/read/2016/12/13/080035/3369381/763/sedihnya-pria-ini-saat-tetangganya-meninggal-karena-aids (vit/vit)