Kamis, 09 Feb 2017 18:05 WIB

Curhat Menkes Hadapi Hoax Isu-isu Kesehatan

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Radian Nyi S Foto: Radian Nyi S
Jakarta - Hoax atau kabar bohong tidak ada habisnya beredar di tengah masyarakat, apalagi di ranah kesehatan. Menteri Kesehatan Profesor Dr dr Nila Moeloek, SpM(K), bercerita ia juga beberapa kali pernah menjadi korban hoax.

"Saya kira setiap orang barang kali pernah kena hoax. Apalagi kita yang punya jabatan atau posisi," ungkap Menkes Nila kepada detikHealth dan ditulis Kamis (9/2/2017).

"Misal salah satunya saya jadi ingat tentang kita memberikan vaksin untuk kanker serviks pada anak-anak. Dikatakan itu (membuat -red) menopausenya jadi lebih cepat, saya kira harusnya mereka baca dulu," lanjut Menkes Nila.

Baca juga: 5 Kabar Hoax Seputar Kanker yang Sering Beredar

Kasus yang diceritakan oleh Menkes merujuk pada program percobaan pemberian vaksin human papilloma virus di DKI Jakarta pada Oktober 2016 lalu. Vaksin diberikan kepada anak perempuan usia Sekolah Dasar dengan tujuan mencegah timbulnya kanker serviks di kemudian hari.

Namun tak berapa lama beredar di media sosial dan pesan berantai bahwa vaksin yang dibagikan berisiko menyebabkan menopause dini. Menkes Nila beserta jajarannya pun langsung mengadakan konferensi pers untuk menangkis isu miring tersebut.

Selain itu isu lain yang pernah dihadapi Menkes Nila adalah ketika Indonesia mengalami wabah bencana kabut asap pada tahun 2015. Meski bukan sepenuhnya hoax namun masyarakat terprovokasi oleh judul dari sebuah berita tentang dirinya.

"Ya saya lihat isi sama datanya benar. Tapi judulnya itu provokatif," kata Nila.

Baca juga: 5 Kabar Hoax Soal Anak-anak yang Sempat Hebohkan Dunia Maya (fds/vit)