Minggu, 05 Mar 2017 09:05 WIB

Ketika Didiagnosis Gangguan Bipolar, Ini yang Perlu Dilakukan

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Gangguan bipolar menyebabkan seseorang mengalami perubahan suasana hati yang sangat ekstrem. Ketika mendapat diagnosis gangguan bipolar, apa yang perlu dilakukan?

"Pertama pasien menerima dulu, menerima bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar. Karena dengan menerima, maka dia akan mau menerima bantuan baik dari medis ataupun orang lain," kata dr Engelbertha, SpKJ dari RS Dharmawangsa Jakarta Selatan, dalam peringatan Hari Bipolar Sedunia di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (4/3/2017).

Hal yang sama disampaikan survivor bipolar, Hanna Alfikih. Menurut pengalaman Hanna, dirinya pernah berada dalam fase menyalahkan diri sendiri, dan bahkan menyalahkan Tuhan kenapa dirinya bisa seperti itu. Akan tetapi perlahan dirinya mulai menerima bahwa dirinya memiliki gangguan itu.

"Dulu aku bertengkar dengan orang tua karena dua belah pihak nggak terima. Tapi setelah menerima, semua jadi lebih baik. Penerimaan diri kita itu penting banget," ucap Hanna dalam kesempatan yang sama.

Orang dengan gangguan bipolar ada yang tidak mau minum obat. Menurut dr Engelbertha, ini karena si pasien masih men-denial dan tidak merasa sakit.

Baca juga: Ini Alasannya Orang dengan Gangguan Bipolar Perlu Ditangani

"Ingat, ini yang menderita kita sendiri. Yang menerima dirinya punya gangguan bipolar saja kadang merasa bosan dan jenuh minum obat. Apalagi kalau yang denial, yang ada terpaksa minum obat dan malah jadi nggak minum karena terpaksa," lanjut dr Engelbertha.

Dijelaskan dr Engelbertha, bipolar dikenal dengan dua tipe yaitu tipe satu dan tipe dua. Seseorang dikatakan memiliki bipolar tipe satu jika manianya tidak terkontrol. Setidaknya terjadi satu kejadian kegembiraan berlebihan alias mania. Pada saat depresi, sering kali ingin bunuh diri.

Bipolar tipe dua, kegembiraan berlebihannya sedikit, yang mana ini disebut hipomania. Pada saat depresi sama-sama merasa tidak nyaman dan sesekali merasa ingin mati. Seseorang dikatakan memiliki bipolar tipe dua jika setidaknya ada satu kejadian hipomania dan setidaknya satu kejadian kesedihan berlebihan.

"Ada juga siklotimik, naiknya sedikit, turunnya juga sedikit. Biasanya kalau sedang turun, didekap bisa membuatnya langsung nyaman. Yang bipolar satu biasanya dirawat karena sering nggak terkontrol," imbuh dr Engelbertha.

Baca juga: Perjuangan 'Princess Leia' Melawan Stigma Pada Pasien Gangguan Bipolar

(vit/up)