Rabu, 15 Mar 2017 17:04 WIB

Istri Kesal dengan Ibu Mertua, Bagaimana Baiknya Suami Bersikap?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Istri merasa kesal dengan ibu mertuanya, wajar saja terjadi. Kadang kala, istri pun mencurahkan isi hati alias curhat pada suaminya. Pada situasi seperti ini, bagaimana baiknya suami bersikap?

"Kalau suami diaduin, baiknya yang dilakukan lebih ke validasi emosi. Berusaha mengerti istrinya. Misal dengan bilang 'Iya ya sayang, mama emang orangnya begitu. Wajar kalau kamu kesal'. Kayak menormalisasi perasaan istrinya," tutur psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani MPsi., Psikolog.

Menurut wanita yang akrab disapa Wita ini, jangan malah suami memarahi si istri mengapa ia bersikap seperti itu pada ibunya. Hal ini bisa saja malah membuat si istri sakit hati.

"Toh ibunya kan nggak ada di situ. Jadi si anak, si suami ini bersikap baik sama istrinyalah. At least menguatkan istrinya karena kan pasti berat banget untuk si istri mesti 'bersaing' atau menghadapi si ibu mertuanya," tutur Wita saat berbincang dengan detikHealth.

Sekadar menceritakan masalah yang dialami dengan ibu mertua menurut Wita sudah bisa membuat istri lega. Sebagai istri pula, jangan meminta suami untuk memilih antara Anda atau ibunya. Sebab, itu pasti hal yang sulit untuk seorang suami.

Baca juga: Istri Meminta Suami Menikah Lagi karena Belum Juga Punya Momongan

Sebaliknya, beberapa hal bisa dilakukan istri agar tak terlalu kesal dengan ibu mertuanya. Misalkan menceritakan masalahnya pada orang yang dipercaya, lebih menerima sifat si ibu mertua, serta tidak membandingkan apa yang ia alami dengan teman.

"Sementara, kita kan nggak bisa mengubah ibu mertua kita. Dari kepribadiannya aja mereka sudah mengkristal. Makanya kita yang jauh lebih muda, harus bisa beradaptasi. Sulit sekali kita berharap si ibu harusnya bisa begini. Kita aja nggak bisa kan mengubah orang tua kita?" kata Wita yang juga praktik di Lembaga Psikologi Terapan UI ini.

Kemudian, menantu sebaiknya tak melabeli ibu mertua dengan sesuatu yang menyebalkan. Sebab menurut Wita, hal itu justru bisa membawa perasaan negatif di benak menantu.

Coba pikirkan apa sisi positif mertua dan jangan lihat pakai standar kita. Istilahnya sugestilah diri sendiri kita dengan hal-hal yang positif. Meski di dalam hati masih bisa terasa kesal, tapi itu sebenarnya memprogram perasaan apa yang kita alami.

"Mungkin untuk para ibu mertua juga perlu membuka hati. Terus kalau sukanya apa, kasih tahu ke menantunya. Baiknya juga nggak terlalu mencampuri rumah tangga si anak. Lalu karena beda banget zamannya, mungkin memang ada saran yang nggak bisa dipakai sama menantunya," tutur Wita.

Baca juga: Sisi Psikologis di Balik Pasangan yang Menikah Terlalu Muda

(rdn/up)