Kamis, 23 Mar 2017 08:45 WIB

Kasus Langka, Infeksi Radang Tenggorokan yang Berujung Amputasi

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Michigan - Saat Natal beberapa waktu lalu Kevin Breen (44) mengeluhkan gejala yang mirip dengan flu. Ketika kemudian Kevij juga merasa nyeri di perut, dia pun datang ke klinik. Namun tes yang dijalani menunjukkan hasil negatif untuk flu dan radang.

Sakit yang tidak membaik membuatnya dilarikan ke ruang gawat darurat. Saat mendapat perawatan, perutnya menjadi semakin besar dan keras. Dokter lantas memutuskan untuk menggelar pembedahan untuk mencari tahu penyebab kondisi yang dialami Kevin.

Apa yang ditemukan dokter? Ternyata ada 3 liter nanah di sekitar organ-organ dalam Kevin. dr Elizabeth Steensma, seorang ahli bedah di Spectrum Health Butterworth Hospital, Michigan, menuturkan tim dokter mencari adanya lubang di usus kecil maupun usus besar, namun tidak ditemukan. Karena itu dokter bertanya-tanya dari mana asal nanah tersebut.

Setelah operasi tersebut, Kevin mengembangkan ruam di dada. Setelah dilakukan penelitian sampel ditemukan keberadaan bakteri penyebab radang tenggorokan. Ternyata bakteri tersebut pergi dari tenggorokan menuju ke rongga perut.

Kevin diketahui mengalami kegagalan beberapa sistem organ dan septic shock. Dokter berupaya menyelamatkan hidup Kevin. Sayangnya, jari-jari tangan dan ujung kakinya tidak bisa diselamatkan, sehingga bagian tangan dan kaki perlu diamputasi. Demikian dikutip dari CNN.

Baca juga: Toxic Shock Syndrome, Komplikasi Infeksi Bakteri

Menurut dr Steensma, kasus yang menimpa Kevin sangat jarang terjadi. Radang tenggorokan biasanya memang tidak menyebabkan kondisi serius. Namun dalam kondisi tertentu penyebab bakteri streptococcal penyebab radang bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi serius.

Amputasi ujung kaki Kevin sudah dilakukan. Selanjutnya masih ada sekitar 3 tahapan lagi. Meski demikian keluarga Kevin bahagia karena keadaan Kevin sudah jauh lebih baik.

dr William Schaffner, profesor kedokteran preventif dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine menuturkan infeksi bisa menyebabkan sepsis dan komplikasi yang mengancam jiwa.

Keparahan akibat radang tenggorokan memang jarang terjadi. Akan tetapi dr Schaffner menyarankan untuk segera mencari pertolongan medis apabila sudah merasa tidak enak badan akibat sakit tenggorokan.

Radang tenggorokan biasanya memiliki gejala munculnya rasa sakit saat menelan, amandel membengkak, kelenjar getah bening membengkak, demam lebih dari 38,3 derajat Celcius serta ada bintik-bintik putih atau kuning di bagian belakang tenggorokan yang memerah.

Radang tenggorokan bisa menular melalui pernapasan, batuk atau bersin. Untuk itu mencuci tangan pakai sabun bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi risiko penyebaran.

Baca juga: Bakteri Pemakan Daging Gerogoti Kaki, Lengan, dan Wajah Pria Ini (vit/up)
News Feed