Jumat, 24 Mar 2017 09:09 WIB

Hari TB Sedunia

Pentingnya Perlindungan Diri untuk Cegah Penularan Tuberkulosis

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Penularan kuman TB (Tuberkulosis) dapat menyebar sangat cepat melalui udara dan masuk ke tubuh manusia. Penyakit menular ini masih mewabah di Indonesia, terlebih pada lingkungan kumuh atau kurang sehat.

"TB itu tidak terbatas pada masyarakat manapun, dari sisi umur, status ekonomi, sosial, dan lain-lain. Bahwa faktor risiko, semakin lingkungannya tidak mendukung ke arah yang lebih bersih maka kemungkinan tertular lebih besar," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr H Mohamad Subuh, MPPM, di ruang Maharmardjono lantai 3, Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said Blok X 5 Kav 4-9, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2017).

Baca juga: Ketahui Penyebaran 'Si Kuman Udara' Penyebab Tuberkulosis

Terkait hal itu, ia menegaskan bahwa harus betul-betul ada perlindungan secara komprehensif. Bahkan saat berbicara saja penderita TB mengeluarkan partikel TB. Saat penderita TB batuk, maka bisa melepaskan hingga 3.500 partikel di udara. Pada saat bersin bisa melepaskan 4.500 - 1 juta partikel kuman TB. Untuk itu, pasien TB sangat disarankan menggunakan masker.

"Kalau ada satu rumah ada 10 orang, 1 yang menderita TB, ya 1 orang itu yang pakai masker. Jangan 9 orang yang sehat yang pakai masker," kata dr Subuh.

Selain faktor kebersihan dan faktor lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa penyebaran kuman TB disebabkan juga oleh daya tahan tubuh seseorang, jumlah kuman, lamanya kontak.

"Kemungkinan itu banyak. Mungkin saja dia ke pasar atau ke pusat perbelanjaan, ada orang batuk. Mawas diri atau perlindungan diri tidak hanya selalu memakai masker, artinya kalau ada orang batuk-batuk atau bersin berusahalah menutup misal dengan sapu tangan," tutup dr Subuh.

Baca juga: Hal-hal yang Bisa Dilakukan untuk Tekan Risiko Tertular Tuberkulosis (hrn/up)