Sabtu, 25 Mar 2017 13:34 WIB

Stigma pada ODHA Bikin Masyarakat Enggan Terbuka Soal HIV-AIDS

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Orang dengan HIV-AIDS masih dilabeli stigma yang kemudian membuat masyarakat sulit untuk terbuka. Hal tersebut membuat upaya pengentasan penyakit terhambat karena para pasien potensialnya jadi tidak pernah diketahui.

Mengapa stigma awalnya ada karena masyarakat beranggapan bahwa HIV hanya menjangkiti kaum tertentu seperti para pelaku seks bebas dan pemakai narkoba. Padahal nyatanya di Indonesia sendiri menurut data Kementerian Kesehatan angka pengidap HIV yang paling banyak adalah ibu rumah tangga.

Stigma lebih jauh lagi diperparah dengan anggapan bahwa HIV bersifat mematikan bila sudah tertular. Hal tersebut mungkin benar adanya beberapa tahun lalu namun kini sudah ada obat antiretroviral (ARV) yang dapat menekan HIV.

Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bonitha Merlina mengatakan HIV sudah sepatutnya dianggap sebagai penyakit biasa. Bila diobati dan ditangani dengan baik pengidapnya bisa menjalani hidup normal.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Pangeran Harry Lakukan Tes HIV-AIDS

"Kita ingin masyarakat melihat bahwa pengidap HIV ini tidak aneh. Bahwa HIV itu sama seperti masalah kesehatan lainnya kaya ngomongin asam urat, kolesterol, atau diabetes," kata Bonitha pada detikHealth ketika ditemui di kantor PKBI Jakarta, Pisangan Baru Selatan, Jakarta Timur, Sabtu (25/3/2017).

Untuk bisa mencapai hal tersebut tentunya perlu edukasi secara luas. Oleh karena itu PKBI sendiri rutin melakukan penyuluhan HIV yang dilakukan langsung di daerah-daerah perumahan agar mudah menjangkau warga terutama para ibu rumah tangga.

Dalam penyuluhan warga didorong untuk berani mau memeriksakan diri. Dengan mengetahui status kesehatan, seseorang bisa mendapat terapi yang mungkin dibutuhkan sekaligus juga melindungi orang sekitar dari ancaman penyakit yang sama.

"HIV ini bisa dicegah bisa dicari cara untuk bisa jangan sampai tertular," pungkas Bonitha.

Baca juga: Penasaran Bagaimana Tes HIV Dilakukan? Simak Video Ini

(fds/vit)