Minggu, 26 Mar 2017 10:13 WIB

Karena Kelainan Genetik, Kulit Wanita Ini Rentan Copot dan Terluka

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: BBC
Jakarta - Assya Shabir (30) dari Birmingham, Inggris, sehari-hari harus menghadapi kondisi tidak mengenakkan. Karena kondisi genetik bernama epidermolysis bullosa (EB) kulit luar dan organ-organnya rentan untuk melepuh. Hal ini karena kulit penyandang EB tidak memiliki atau minim kandungan kolagen yang menjadi kunci elastisitas kulit.

Hanya sedikit saja bersentuhan dengan permukaan lain, kulit Assya bisa luruh meninggalkan luka. Karena sifatnya itu EB juga kadang disebut sebagai penyakit kulit kupu-kupu dan belum ada obat yang benar-benar bisa mengatasinya.

Baca juga: Akibat Kondisi Langka, Kulit Bocah Ini Sangat Rapuh dan Sakit Saat Disentuh

Meski demikian Assya mengaku tetap berusaha menikmati hidup dan berpikir positif. Ketika dilahirkan dokter tidak menaruh banyak harapan padanya oleh karena itu ia berusaha membuktikan bisa terus bertahan hidup.

"Ketika saya dilahirkan, dokter memperkirakan hidup saya hanya sekitar 24 jam. Sekarang lihat umur saya sudah mau 30 tahun," kata Assya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (25/3/2017).

"Saya merasa sangat diberkahi karena hidup ini merupakan cobaan di mata saya. Ini tidak ada apa-apanya. Saya bisa mengalami hal yang lebih buruk lagi dan saya bersyukur dengan apa yang saya miliki," lanjut Assya.

Keterbukaan Assya menceritakan kondisinya adalah dalam rangka misi yang lain, yaitu meningkatkan kesadaraan masyarakat tentang kondisi kulit langka. Setiap hari Assya juga rajin bercerita di media sosial agar dilihat oleh orang lain.

Baca juga: Orang-orang Berpenyakit Langka yang Kulitnya Serapuh Sayap Kupu-kupu

(fds/vit)