Kamis, 30 Mar 2017 09:05 WIB

Cegah Ginjal Sakit, Ini Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Ikut Maraton

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Mengikuti perlombaan maraton dan berlari sejauh 42,195 kilometer tentunya harus dilakukan dengan tubuh prima. Jika tidak, ginjal bisa kena efek sampingnya.

dr Malissa Wood dari Corrigan Women's Hearth Health Program dari Massachusetts General Hospital, menyebut gagal ginjal akut bisa terjadi pada pelari maraton. Meskipun efeknya cuma sementara, namun hal ini membuktikan bahwa olahraga berat seperti maraton bisa meninggalkan efek samping.

"Karena itu sebelum mengikuti perlombaan maraton, Anda harus memastikan tubuh Anda cukup fit dan siap. Jangan asal berlari saja karena hal ini akan meningkatkan risiko cedera, termasuk cedera organ dalam seperti ginjal dan jantung," tutur Wood, dikutip dari CNN.

Baca juga: Keren! Nenek 70 Tahun Lakukan Maraton Selama 7 Hari di 7 Benua

Ketika seseorang berlari, tubuh membutuhkan glukosa dan cairan dalam jumlah yang banyak. Jika maraton dilakukan di daerah dengan cuaca panas dan hangat, kebutuhan akan glukosa dan cairan bisa meningkat hingga 3 kali lipat.

Wood mengingatkan jangan sampai olahraga yang niatnya dilakukan untuk mendapatkan manfaat kesehatan menjadi bumerang dan malah membuat tubuh sakit. Untuk itu, triknya adalah meminimalisir dampak negatif yang muncul bagi tubuh. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

- Perhatikan kondisi tubuh. Jika tubuh terasa lelah atau tidak nyaman setelah berlari, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

- Minum secukupnya dan hanya ketika haus. Salah satu kesalahan paling umum pelari marathon pemula adalah overhidrasi, di mana tubuh mengalami kelebihan cairan.

- Pastikan Anda cukup tidur dan tidak melewatkan sarapan sebelum melakukan maraton. Tidur cukup dan sarapan yang baik merupakan kunci mencegah efek negatif olahraga berat.

Wood mengatakan memang sekilas olahraga raga maraton terlihat berat dan membutuhkan banyak persiapan. Namun bersusah-susah sebelum maraton lebih baik daripada mengalami cedera atau masalah organ lainnya.

"Jangan lupa, tidak berolahraga sama sekali malah memiliki risiko bahaya yang lebih besar daripada maraton," tuturnya.

Baca juga: Kisah Pria Cari Penyelamatnya Saat Kolaps di Ajang Half Marathon (mrs/vit)