Dokter Tegaskan Vaksin HPV Tak Timbulkan Efek Samping

ADVERTISEMENT

Dokter Tegaskan Vaksin HPV Tak Timbulkan Efek Samping

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 11 Apr 2017 14:05 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bicara soal vaksin, kadang kala efek sampingnya masih kerap diragukan. Termasuk ketika vaksin HPV diberikan pada anak perempuan usia 9-13 tahun dikhawatirkan terjadi efek samping pada si anak. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.

Dijelaskan Prof Dr dr Andrijono SpOG, KFER ketika vaksin HPV disuntikkan, akan membentuk antibodi sampai ke vagina dan serviks. Ketika tubuh terpapar virus HPV, maka virus tersebut akan langsung 'ditangkap' sehingga terjadilah proteksi.

"Vaksin tersebut juga bukan dari virus yang dilemahkan tapi protein buatan yang menyerupai kulit pada virus. Tekniknya dengan Virus Like Particle sehingga terbentuk antibodi partikel itu. Saat masuk partikel itu, akan dihajar sama dia. Sekarang pun vaksin lain menggunakan teknik itu, bukan lagi virus. Sehingga, tidak akan terjadi efek samping, termasuk menopause dini, enggak," tegas Prof Andri di sela-sela Forum Ngobras di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Baca juga: Ingat, Jangan Tunggu Muncul Gejala Kanker Serviks untuk Papsmear

"Pada perempuan usia 9-45 tahun, vaksinasi ini bisa mencegah kanker serviks sampai 90 persen. Sebab, targetnya lebih spesifik jadi kalau ada paparan virus, dilihat proteinnya sama, langsung dihajar," tambah Prof Andri.

Bila ada keluhan, lanjut Prof Andri, paling-paling hanya nyeri di bekas area suntikan dan ini dinilainya wajar. Proteksi terhadap kanker serviks dengan vaksinasi HPV diketahui bisa sampai 15 tahun bahkan diharapkan sampai 20 tahun. Nah, sampai saat ini WHO belum memutuskan bahwa diperlukan booster pasca 15 tahun seseorang divaksin HPV.

Di Indonesia, vaksin HPV yang diberikan untuk HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Nah, 70 persen kasus infeksi HPV disebabkan oleh tipe virus 16 dan 18. Hanya saja, harga vaksinasi HPV memang tak murah, sekitar Rp 800 ribu per vial. Padahal, pada anak usia 9-13 tahun mereka perlu diberi 2 dosis sementara pada orang dewasa usia 14-45 tahun perlu diberi 3 dosis. Sehingga, khusus untuk anak diharapkan vaksinasi HPV bisa masuk dalam program nasional.

Hadir dalam kesempatan sama, dr Prima Yosephine Kasubdit Imunisasi Kemenkes RI menegaskan bahwa vaksin tidak menimbulkan efek samping, terlebih yang sampai membahayakan nyawa. "Ada anak habis diimunisasi, lumpuh katanya karena imunisasinya. Setelah dicek, ternyata karena dia sudah ada TB tulang. Jadi kelumpuhan bukan karena imunisasi tapi karena memang saat diimunisasi sudah ada TB tulangnya," kata dr Prima.

Baca juga: 5 Fakta Tentang HPV, Penyebab Kanker Serviks Pada Wanita (rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT