Selasa, 11 Apr 2017 16:03 WIB

TB Anak Mendominasi Kunjungan Rawat Jalan di RSPI Sulianti Saroso

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Infeksi TB (tuberkulosis) pada anak masih cukup tinggi. Di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Dr Sulianti Saroso, jumlah kasusnya diperkirakan menempati urutan kedua untuk kunjungan rawat jalan.

"Untuk berobat jalan, TB pada anak ada di urutan kedua setelah infeksi paru," kata dr Desrinawati, SpA ditemui di RSPI Dr Sulianti Saroso, Selasa (11/4/2017).

Pada anak, infeksi TB tidak hanya ditemukan pada paru-paru. Beberapa kasus TB tulang juga ditangani di RSPI Dr Sulianti Saroso. Kontak dengan pasien TB dewasa disebut-sebut sebagai tantangan utama dalam penanganan TB anak.

"Biasanya tertular dari kontak dengan pasien dewasa. Anak-anak yang belum bisa mengeluarkan dahak biasanya tidak menularkan," jelas dr Desri.

Baca juga: Anak-anak Rentan Tertular TB dari Lingkungan Orang Dewasa

Faktor gizi turut berpengaruh pada kondisi anak setelah tertular. Ketika gizinya baik, makan infeksi TB tidak selalu menyebabkan batuk-batuk pada anak. Namun pada kondisi gizi yang tidak baik, infeksi kuman TB bisa menjadi aktif dan menyebabkan batuk-batuk.

Terkait jumlah kasus TB pada anak, dr Desri hanya memberikan kisaran angka secara global. "Di seluruh dunia kira-kira 70 ribu per tahun, anak meninggal karena TB," kata dr Desri.

Baca juga: Pengobatan TB Paling Sering Putus di Bulan Ke-2 (up/vit)