ADVERTISEMENT

Senin, 17 Apr 2017 19:10 WIB

Kurangi Asupan Garam Bisa Cegah Beser di Malam Hari

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Bolak-balik ke toilet di malam hari bisa mengganggu kualitas tidur, dan berdampak luas pada kesehatan. Untungnya, kondisi ini bisa dicegah dengan sedikit modifikasi pada menu makan.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan European Society of Urology di London mengaitkan beser di malam hari dengan asupan garam dalam makanan sehari-hari. Makin banyak garam yang dikonsumsi, makin tinggi risiko mengalami beser.

Sekelompok ilmuwan dari Nagasaki University membuktikan hal itu dengan mengamati 321 relawan dengan asupan garam yang tinggi. Di Jepang, asupan garam lewat makanan sehari-hari terkenal cukup tinggi.

Sebagian relawan memangkas asupan garamnya dari 10 mg/hari menjadi 8 mg/hari. Pada kelompok ini, frekuensi buang air kecil berkurang dari rata-rata 2,3 kali/malam menjadi 1,4 kali/malam.

Sebagian sisanya melakukan hal yang sebaliknya, yakni meningkatkan asupan garam dari 9,6 mg/hari menjadi 11 mg/hari. Hasilnya, frekuensi buang air kecil meningkat dari 2,3 kali/malam menjadi 2,7 kali/malam.

Baca juga: Ganti Garam Dapur dengan Garam Meja untuk Cegah Obesitas

Berkurangnya frekuensi buang air kecil di malam hari, yang teramati juga di siang hari, berdampak pada kualitas tidur. Tidur yang cukup, dalam berbagai penelitian dikaitkan dengan risiko stres dan kelelahan yang lebih rendah.

"Pipis di malam hari adalah masalah yang nyata khususnya pada kelompok usia lanjut," kata Dr Matsuo Tomohiro yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Sciencedaily.

Baca juga: Alasan di Balik Orang yang Gemar Menambahkan Garam Tiap Kali Makan

(up/rdn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT