Selasa, 18 Apr 2017 10:01 WIB

Makanan Asin Bikin Haus? Bikin Lapar Sih, Iya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Vinepair / Thinkstock
Jakarta - Selama ini banyak orang menghindari makanan asin karena tidak ingin cepat haus. Menurut penelitian terbaru, cara itu tidak berguna karena garam tidak secara langsung berhubungan dengan regulasi cairan di ginjal.

Lewat simulasi perjalanan ke Mars, para ilmuwan berusaha mengungkap hubungan antara rasa haus dengan asupan garam. Asumsi awalnya adalah ketika orang mengonsumsi lebih banyak garam, maka cairan tubuh akan lebih banyak terbuang lewat urine dan akhirnya menyebabkan cepat haus.

Hasil pengamatan selama berbulan-bulan mengkonfirmasi sebagian dari yang telah diasumsikan di awal penelitian. Ketika para partisipan mengonsumsi lebih banyak makanan asin, jumlah urine yang dikeluarkan teramati lebih banyak.

Namun peningkatan volume urine, menurut para ilmuwan tidak berhubungan dengan rasa haus dan asupan air minum yang lebih banyak. Makanan asin, menurut mereka justru membuat para partisipan minum lebih sedikit dan karenanya memicu mekanisme di ginjal untuk menyimpan lebih banyak cairan.

Baca juga: Kurangi Asupan Garam Bisa Cegah Beser di Malam Hari

Eksperimen pada tikus menunjuukkan keterlibatan senyawa urea. Pada tikus, senyawa yang dihasilkan di otot dan hati ini terakumulasi di ginjal dan terlibat dalam reaksi antara urine dengan ion natrium dan klorida dari garam. Namun untuk membentuk urea dibutuhkan energi, sehingga lebih masuk akal jika setelah mengonsumsi banyak garam seseorang jadi lebih lapar.

"Lebih banyak garam tidak meningkatkan rasa haus, tapi membuat orang merasa lebih lapar," kata Prof Jens Titze, MD dari University of Erlangen dan Vanderbilt University Medical Center yang melakukan penelitian tersebut, dikutip dari Science Daily.

Baca juga: Makan Makanan Asin Bikin Anak 'Kecanduan', Benar atau Tidak Ya? (up/vit)