Selasa, 18 Apr 2017 19:03 WIB

Muncul Perasaan Tak Bahagia Setelah Menikah, Alami Wedding Blues?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Setelah menikah, lumrah jika seseorang merasa bahagia. Tapi, bagaimana jika sebaliknya, pasca resmi menjadi suami istri, seseorang justru tidak bahagia. Apakah yang bersangkuran mengalami 'wedding blues'?

"Wedding blues mungkin itu istilah yang tidak resmi. Tapi masalahnya banyak kasus-kasus yang setelah menikah justru baru ketahuan 'oh jadi istri, jadi suami seperti ini ya', ternyata mungkin kebiasaan si suami dan istri berbeda dan nggak bisa menyesuaikan," kata psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Tiara Puspita M.Psi., Psikolog saat berbincang dengan detikHealth.

Diungkapkan wanita yang akrab disapa Tita ini, kebiasaan suami yang ternyata tidurnya mendengkur atau istri yang cenderung tidak bisa rapi, itu bisa membuat pasangan merasa kesal dan berseteru. Sebab, memang menjalani kehidupan di masa pacaran pastinya berbeda ketika pasangan menikah dan tinggal satu atap.

"Jadi ada sesuatu yang kita nggak tahu dari pasangan dan itu bisa aja mengarah ke arah wedding blues tadi. Jadi berantem, bahkan selingkuh," ujar Tita.

Menurut Tita, perasaan tidak bahagia pasca menikah biasanya kemungkinan karena ada sesuatu yang baru diketahui setelah menikah, misalnya pasangan yang pernah selingkuh. Atau memang, sudah ada perasaan tak nyaman dengan pasangan sejak sebelumnya, tapi didiamkan saja karena berpikir 'ya sudah dijalani saja'.

Baca juga: Ingat, Menikah Itu Bukan Sekadar Mengejar Status

"Tapi akhirnya, dia mikir 'ternyata bener kan feeling gue baiknya nggak nikah sama dia nih'. Jadi, memang penting menyelesaikan unfinished business, nggak sekadar mantan pacar, tapi juga ketika ada perasaan yang mengganjal jangan didiemin karena berpikir kan udah mau nikah, ya sudahlah. Ingat, nikah permulaan lho, bukan bagian akhirnya," tambah Tita.

Sikap pasangan yang membuat tidak sreg, lanjut Tita misalnya ketika pasangan orang yang kurang termotivasi untuk bekerja atau istri yang tidak ingin memiliki anak. Awalnya, masalah seperti itu bisa dianggap sepele. Tapi ketika menikah dan suami istri hidup bersama, muncul hal-hal yang sudah menumpuk sejak lama dan akan menjadi bom waktu yang akan meledak suatu saat. Terlebih, reaksi dan kesabaran masing-masing individu pastinya berbeda.

"Untuk itu, baiknya sebelum memutuskan menikah, kita lihat dulu kenapa kita menikah. Menikahnya apakah karena tuntutan dari lingkungan keluarga, sosial, atau usia kita sudah berapa. Jangan sampai kita buat keputusan padahal kita belum siap menikah," kata Tita memberi pesan.

Baca juga: Menyoal Wajar Tidaknya Saat Wanita Menikah dengan Pria yang Jauh Lebih Tua

(rdn/vit)