Senin, 24 Apr 2017 11:08 WIB

Mengapa Curhat Bisa Melegakan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Orang yang tertekan karena sedang dilanda masalah disarankan oleh ahli agar bercerita kepada orang lain jangan dipendam sendiri. Tujuannya agar 'beban' bisa berkurang karena bila dibiarkan lama-lama dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental.

Sebagai contoh ketika Pangeran Harry dari Inggris memendam rasa sedih akibat ditinggal sang ibu di usia yang masih muda, dirinya terus dilanda emosi negatif tersebut hingga dewasa. Pangeran Harry mengaku kerap merasa emosian dan mengalami 'complete breakdown' dalam berbagai kesempatan.

Sampai pada akhirnya kerabat menyarankan agar Pangeran Harry mengikuti konseling. Harry pun menceritakan segala kepenatannya dan mengaku merasa lebih baik dari situ.

Baca juga: Curiga Orang Terdekat Mengalami Depresi? Kenali 5 Perubahan Ini

"Jangan menarik diri jangan mengurung diri di kamar. Justru cari teman sebanyak-banyaknya, tidur yang cukup, baca buku, bicara dengan orang tua atau teman kalau perlu ke dokter atau psikolog," saran psikiater anak dan remaja Dr dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ, beberapa waktu lalu.

Mengapa kegiatan bercerita kepada orang lain ini bisa membantu meringankan beban mental? Ternyata menurut ahli memang ada penjelasan di baliknya.

Pakar saraf dari University of California Marco Iacoboni mengatakan di otak manusia terdapat sirkuit sel kecil yang disebut sel cermin. Ketika seseorang melihat orang lain melakukan sesuatu maka sel cermin ini akan aktif membuatnya bisa merasakan apa yang dialami oleh orang lain tersebut.

Dalam kata lain sel cermin adalah sel otak khusus yang membuat manusia bisa berempati.

"Ketika Anda senyum, sel cermin untuk senyum saya juga akan menyala memicu rangkaian aktivitas saraf menimbulkan perasaan yang berkaitan dengan senyuman," kata Marco seperti dikutip dari ABC Australia, Senin (24/4/2017).

"Saya tidak perlu menebak apa yang Anda rasakan. Saya bisa mengalami langsung apa yang Anda rasakan meski dalam skala yang lebih ringan," lanjut Marco.

Bagi orang dengan kondisi kecemasan atau depresi, apa yang bisa terasa lebih berat dari masalahnya adalah kesadaran bahwa ia menanggung beban tersebut sendirian. Oleh karena itu ketika ia bercerita kepada orang lain dan ada empati di sana maka beban mental yang tadinya dipikul sendirian bisa terasa lebih ringan karena dipikul bersama.

Itu juga yang jadi alasan mengapa bagi beberapa orang mendengarkan keluh kesah orang lain akan berdampak untuk mentalnya.

Baca juga: Respons Tepat Saat Orang yang Depresi Curhat (fds/vit)
News Feed