Sabtu, 29 Apr 2017 08:02 WIB

Kena Myeloma Tapi Hobi Dipijat, Berbahaya atau Tidak?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Dari segi kelompok usia, myeloma paling banyak menyerang kelompok usia di atas 60 tahun dengan puncaknya pada usia 65 sampai 74 tahun. Pada kelompok usia ini, segala penyakit seringkali dipercayakan dengan pijatan. Nah, adakah efek hobi dipijat pada pasien myeloma?

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah, dr Toman L. Toruan, SpPD, KHOM, tidak ada masalah jika pasien myeloma di usia lanjut hobi dipijat. Yang terpenting, perhatikan lokasi dan teknik pijatannya.

"Tidak masalah ya, silakan saja. Nyeri kan sifatnya subjektif, kalau diberikan pengobatan yang subjektif juga biasanya bisa mengatasi keluhan. Tapi kalau sudah berat dipijat biasanya tidak hilang," imbuh dr Toman.

Meski hobi dipijat dan pijatan dianggap secara subjektif dapat mengatasi nyeri tulang akibat myeloma, dr Toman menegaskan bahwa pijatan tidak bisa dijadikan pengobatan utama. Konsumsi obat secara berkala sesuai anjuran dokter tetap harus dilakukan.

Baca juga: Mengenal Myeloma, Kanker Darah yang Kerap 'Terlupakan'

"Hati-hati juga kalau tulangnya ada yang patah, pijatnya jangan agresif nanti malah bisa memicu kerusakan lanjutan," pesan dr Toman.

Seperti diketahui, pengobatan untuk myeloma dibagi menjadi tiga tahap: induksi, konsolidasi dan rumatan (maintenance). Tahap induksi dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan sel-sel kanker sebanyak mungkin, ini supaya badan pasien 'bersih' dari penyakit. Tahap ini dilakukan dengan pemberian obat.

Tahap kedua adalah konsolidasi, yang dilakukan terutama pada pasien dengan risiko tinggi. Artinya, penyakit tersebut dapat kambuh kembali dalam waktu yang relatif singkat.

"Pengobatan tahap ini memakai metode transplantasi sumsum tulang, baik itu autologus transplant atau donor stem cell dari tubuh pasien sendiri, maupun allogenic transplant yakni donor stem cell dari tubuh orang lain yang cocok," imbuh dr Toman.

Setelah pasien berhasil melewati tahap konsolidasi, berikutnya adalah rumatan atau maintenance. Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kondisi bebas penyakit yang telah tercapai, dengan konsumsi obat-obatan jenis thalidomide atau lenalidomide.

Baca juga: Hati-hati, Paparan Radiasi dan Zat Kimia Diduga Jadi Pemicu Myeloma
(ajg/vit)
News Feed