Rabu, 03 Mei 2017 12:38 WIB

Mitos atau Fakta?

Hobi Makan Super Pedas, Benarkah Efeknya Bisa Bikin Usus 'Bolong'?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Ada orang yang tidak bisa mengonsumsi makanan pedas, namun sebaliknya ada juga orang yang justru tidak bisa makan tanpa sambal pedas. Jika demikian, benarkah efeknya bisa sampai merusak usus dan organ tubuh lainnya?

Seperti dialami oleh seorang pria asal Amerika Serikat beberapa waktu lalu saat mengikuti lomba makan cabai super pedas dengan nama Bhut Jolokia atau 'cabai setan', yang mengalami luka di kerongkongan.

Baca juga: Kenapa Ada Orang yang Gemar Pedas dan Ada yang Tidak?

Dikutip dari Telegraph, di tengah perlombaan pria berusia 47 ini mendadak mengalami muntah-muntah, yang disertai dengan nyeri perut dan nyeri dada yang sangat parah. Ia pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Oleh dokter, ia didiagnosis dengan ruptur esofagus. Ditemukan ada lubang sebesar 2,5 cm di kerongkongannya.

Menurut pakar kesehatan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, cabai memang mengandung capsaicin, yang merupakan penyebab munculnya rasa pedas pada cabai.

"Capsaicin jika dosisnya tinggi bisa saja menimbulkan perlukaan pada lambung, tapi saya tidak tahu apakah luka yang terjadi sampai menyebabkan kebocoran saluran cerna. Kalau itu terjadi, mungkin kombinasi oleh sebab lain," ujarnya kepada detikHealth.

Namun demikian, menurutnya sekadar hobi mengonsumsi makanan pedas dalam tahap wajar tidak serta-merta akan menimbulkan bolong pada saluran cerna. Reaksi yang paling mungkin muncul adalah diare.

"Pengalaman saya sebagai internis, tidak ada pasien yang mengalami tukak atau sampai bocor saluran cernanya karena cabai," imbuh dr Ari.

Baca juga: Tanpa Obat, Ini Cara Rumahan Sembuhkan Radang Tenggorokan


(ajg/vit)