Rabu, 24 Mei 2017 16:03 WIB

Mengapa Remaja Geng Motor Bertindak Agresif dan Tak Kenal Takut?

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Senjata geng motor (Nugroho-detikcom) Foto: Senjata geng motor (Nugroho-detikcom)
Jakarta - Aksi para remaja anggota geng motor yang menyerang pengendara lainnya seakan tak mengenal rasa takut. Dengan berbekal senjata tajam, mereka meneror para pengguna jalan yang tak bersalah.

Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Bona Sardo, MPsi, mengatakan fase remaja merupakan fase di mana pengaruh hormon, lingkungan dan perubahan fisik memengaruhi proses pencarian identitas diri mereka.

"Jadi memang ada penelitiannya yang mengatakan usia remaja itu merasa dirinya kebal akan kematian, kebal akan risiko. Jadi merasa dia bisa melakukan apa saja gitu," tutur Bona saat berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Sadisnya Aksi Geng Motor di Jagakarsa, Begini Komentar Psikolog

Tameng dan perasaan kebal inilah yang membuat remaja rentan melakukan perilaku berisiko dengan alasan ingin coba-coba dan belajar. Terlebih akibat pengaruh hormon, semangat dan energi untuk melakukan aktivitas seakan-akan tidak ada habisnya.

"Dibilangnya toh nanti juga bisa belajar dari kesalahan. Ya tapi ini kan kalau belajar. Kalau nggak dan keterusan gimana?" ungkap Bona lagi.

Dihubungi terpisah, dr Andri, SpKJ dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera mengatakan agresivitas yang dilakukan remaja memang bisa terjadi karena dorongan spontan atau impulsivitas. Ini terjadi lebih seing pada remaja yang timbuh di lingkungan keras.

"Biasanya yang lahir di lingkungan keras, keluarga yang kurang kondusif atau dekat dengan kekerasan, ini memang bisa memicu perilaku agresif," paparnya.

Baca juga: Tulang Kering Sakit Akibat Terbentur Sepeda Motor, Berbahayakah? (mrs/vit)
News Feed