Senin, 29 Mei 2017 12:10 WIB

Narkoba Flakka Kembali Viral di Medsos, Bisa Bikin Orang Jadi Zombie?

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi flakka (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Di media sosial kembali beredar video tentang efek flakka, narkoba jenis baru yang dapat mengubah pemakai menjadi zombie. Dalam beberapa video yang sebenarnya pernah beredar beberapa sejak tahun lalu itu, tampak pemakai flakka seperti kehilangan akalnya menyerang orang lain atau mengamuk sendiri.

Benarkah hal tersebut? Apakah memang ada narkoba yang bisa mengubah seseorang menjadi zombie?

Kabar tentang flakka yang bisa mengubah seseorang menjadi zombie.Kabar tentang flakka yang bisa mengubah seseorang menjadi zombie. Foto: Facebook / Firdaus Anwar


Badan Narkotika Nasional (BNN) memang telah mengkonfirmasi bahwa flakka adalah jenis narkotika sintetis baru dengan nama kimia Alfa PVP. Di dalamnya terkandung zat fentanyl derifat yang oleh Kementerian Kesehatan RI telah diajukan untuk masuk sebagai narkotik kategori golongan I.

Baca juga: Kata Dokter Soal Ekstrak Dagga di Tembakau Gorilla yang Memabukkan

dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, yang akrab disapa dr Koko dari Badan Data dan Informasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan flakka sendiri bisa memiliki potensi yang lebih kuat dari jenis narkotik lain seperti amfetamin. Oleh karena itu bukan tidak mungkin penggunanya mengalami delusi parah menyebabkan hal-hal seperti yang digambarkan dalam beberapa postingan video.

"Iya sudah nonton itu memang gejalanya. Tergantung dari dosis dan daya tahan orang itu," kata dr Koko kepada detikHealth dan ditulis Senin (29/5/2017).

"Hampir semua narkotika dan zat adiktif memberikan efek seperti itu. Merusak alam pikiran. Anggota keluarga bisa terlihat atau terdengar seperti orang jahat, rumah yang sejuk bisa mereka rasakan seperti neraka," lanjut dr Koko.

Namun demikian dr Koko meluruskan bukan berarti flakka mengubah orang menjadi zombie sesuai definisinya yaitu mayat hidup. Dalam fenomena ini orang-orang disebut zombie karena kondisi mentalnya yang rusak terpengaruh oleh zat.

"Hoax dalam hal mengubah orang menjadi zombie seperti dalam film. Tapi dalam hal lain (halusinasi dan delusi -red) memang bisa semengerikan itu," pungkas dr Koko.

Baca juga: Teler, Pria Ini Ngaku Sebagai Thor Lalu Bercinta dengan Pohon (fds/up)