Selasa, 30 Mei 2017 13:13 WIB

Mabuk Karena Obat Resep Seperti yang Dialami Tiger Woods, Bisakah Terjadi?

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: The Palm Beach County Sheriff's Office via Getty Images
Jakarta - Pegolf Tiger Woods ditahan pihak kepolisian karena ditemukan sedang menyetir dalam kondisi mabuk. Setelah beberapa jam ditahan, Woods kemudian dibebaskan sekitar pukul 10.50 pagi waktu setempat.

Woods, 41 tahun, diamankan polisi tak jauh dari rumahnya di kawasan Jupiter, Florida, Senin (29/5/2017) pukul 3 dinihari waktu setempat. Dalam pengakuannya, Woods mengaku kondisi mabuknya bukan karena pengaruh alkohol, namun efek dari obat resep yang ia konsumsi.

"Apa yang terjadi adalah reaksi tak terduga dari obat-obatan yang sudah diresepkan. Saya tak menyadari bahwa gabungan beberapa obat memengaruhi saya dengan sangat kuat," ujar Woods, dikutip dari detikSport.

Baca juga: Kata Dokter Soal Ekstrak Dagga di Tembakau Gorilla yang Memabukkan

Menyetir dalam kondisi mabuk atau driving under influence (DUI) memang merupakan sebuah pelanggaran hukum berat di Amerika Serikat. Rata-rata kasus DUI terjadi karena pengaruh dari minuman keras dan alkohol.

Polisi biasanya akan menggunakan breathalyzer untuk mengukur kadar alkohol yang ada di dalam darah. Jika kadar alkohol di dalam darah (blood-alcohol concentration) berada di angka 0,08 persen atau lebih tinggi, pengemudi bisa ditahan dengan alasan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Namun menurut The National College for DUI Defense (NCDD) kondisi mabuk atau penurunan kesadaran juga bisa terjadi akibat penggunaan obat resep. Salah satunya yang paling sering diketahui adalah turunnya kesadaran karena konsumsi obat tidur.

"Mereka yang diresepkan obat untuk membuat lebih mudah tidur bisa tidak menyadari hal-hal yang mereka lakukan sebelumnya, seperti makan dan menyetir. Polisi sering kali melakukan kesalahan dan menganggap mereka dalam keadaan mabuk alkohol," tulis NCDD di situs resminya.

Menyetir dalam keadaan mabuk obat resep ini berbeda dengan menyetir dalan keadaan mabuk narkoba. Penggunaan narkoba seperti kokain dan ganja memang diketahui dapat menyebabkan kesadaran menurun, yang dalam bahasa sehari-hari disebut teler atau nge-fly.

Masalahnya, penggunaan beberapa obat seperti obat tidur, anti-depresan atau bahkan dekongestan untuk mengobati pusing dan pilek juga dapat menimbulkan sensasi serupa. Chuck Hayes dari International Association of Chiefs of Police mengaku para aparat kepolisian saat ini menghadapi masalah baru dengan seringnya orang-orang mengemudi dalam kondisi mabuk obat resep.

"Dulu obat yang digunakan untuk mabuk memang dikategorikan ilegal seperti kokain, PCP atau marijuana. Tapi saat ini tantangan baru mulai muncul dengan adanya ganja medis yang diresepkan dokter. Apakah ini termasuk pelanggaran atau tidak? Sampai saat ini memang masih jadi perdebatan serius," tuturnya, dikutip dari NY Times.

Boleh jadi obat resep yang membuat mabuk tidak dikategorikan ilegal karena direkomendasikan oleh dokter. Meski begitu, ada baiknya jika konsumsi obat-obatan tersebut dilakukan di rumah dengan pengawasan keluarga.

Hindari juga bepergian sesaat setelah mengonsumsi obat, baik itu dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya dipertaruhkan jika Anda bepergian dalam kondisi yang tidak fit.

Baca juga: Coba-coba Pakai Tembakau Gorilla, Risikonya Gangguan Jiwa

(mrs/up)