ADVERTISEMENT

Jumat, 02 Jun 2017 11:01 WIB

Penyebab Tekanan Darah Jadi Lebih Tinggi Saat Hamil dan Menopause

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta -
Wanita juga bisa mengalami hipertensi, terlebih pada kondisi hamil dan wanita yang menopause, tekanan darah mereka cenderung meningkat. Hmm, apa ya sebabnya?

Menurut dr Arieska Ann Soenarta, SpJP, FIHA dari RS Harapan Kita, peningkatan tekanan darah juga dapat terjadi pada saat kehamilan. Nah, hormon estrogen memegang peranan penting terhadap naiknya tekanan darah pada fase menopause di mana ketika kadar hormon estrogen menurun, risiko hipertensi pun meningkat.

"Ketika seorang perempuan berhenti menstruasi, hormon estrogennya akan menurun secara signifikan. Hal ini dapat merusak sel endotel yang memicu plak di pembuluh darah. Plak di pembuluh darah dapat memicu tekanan darah tinggi yang menyebabkan penyakit kardiovaskular (Cardio Vascular Disease- CVD) dan bahkan stroke," kata dr Ann dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Philips Indonesia.

Ia menambahkan, kondisi ini tidak menjadi masalah bagi pria. Pasalnya, penurunan hormon testosteron tidak terlalu berdampak pada risiko hipertensi, kecuali bila disertai gaya hidup tidak sehat, merokok maupun obesitas. Selain CVD dan dan stroke, hipertensi juga merupakan faktor risiko utama Cardio Cerebro Vascular Disease (CCVD).

Dikatakan dr Ann, kebanyakan kematian di dunia disebabkan oleh CCVD, baik pada pria maupun perempuan. Diperkirakan akan terjadi peningkatan prevalensi CCVD di antara tahun 2000-2025 dengan jumlah mencapai 9 persen pada pria dan 13 persen pada perempuan.

Baca juga: Ini Jenis Makanan yang Perlu Dihindari Pasien Hipertensi

"Bagi yang sudah menderita hipertensi, pengobatan menjadi penting untuk mengendalikan penyakit ini. Sedangkan untuk pencegahan, pada intinya, kembali lagi pada gaya hidup sehat, seperti kebiasaan makan yang sehat, berolahraga teratur, menjaga berat badan tetap sehat dan tidak merokok, didukung oleh pemeriksaan rutin untuk memantau tekanan darah, kadar kolesterol dan glukosa," tambah dr Ann.

"Kami terus berusaha mengedukasi perempuan mengenai risiko penyakit kardiovaskular, serta mengadvokasi kesehatan jantung sejak dini. Kami terus berusaha meningkatkan kesadaran pada perempuan di Indonesia bahwa penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu. Komplikasi akibat hipertensi memerlukan waktu lama untuk berkembang, jadi dengan meningkatkan kesadaran akan risiko sedini mungkin, kami berharap lebih banyak perempuan dan keluarga mereka akan melakukan perbaikan gaya hidup sejak dini. Hal ini akan sangat mengurangi risiko penyakit jantung mereka di masa depan," kata Presiden Direktur Philips Indonesia Suryo Suwignjo.

Suryo mengungkapkan, menjaga kesehatan bisa dimulai dari cara sederhana. Selain mengadopsi gaya hidup sehat, lakukan pemeriksaan rutin dan jangan menunggu sampai Anda merasa ada yang tidak beres dengan tubuh.

Baca juga: Kontrol Hipertensi, Perbanyak Makan Buah dan Sayur
(rdn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT