Jumat, 02 Jun 2017 17:42 WIB

Kenali Menu Berbuka! Manis Rasanya, Belum Tentu 'Manis' Efeknya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Gula dengan struktur sederhana sebaiknya dibatasi saat sahur maupun berbuka (Foto: iStock)
Jakarta - Ungkapan 'berbukalah dengan yang manis' bukan berarti boleh menyantap gula sesuka hati saat berbuka. Pakar nutrisi mengatakan, ada jenis gula tertentu yang tidak 'manis' efeknya bagi kesehatan.

Pakar nutrisi Seala Septiani, SGz, MGizi dalam temu media di Jakarta baru-baru ini menjelaskan bahwa ungkapan 'berbukalah dengan yang manis' dicontoh dari kebiasaan Rasulullah SAW. Beliau berbuka puasa dengan memakan buah kurma.

"Kurma itu manis, padahal kurma adalah jenis buah. Di mana buah gulanya berbeda dengan gula-gula yang lain," kata Saela.

Menurutnya gula yang terkandung dalam buah disebut fruktosa, dan fruktosa adalah jenis gula yang lama dicerna oleh tubuh. Gula yang terkandung dalam buah jauh lebih baik dari pada gula pasir atau gula-gula buatan lainnya.

Dibanding gula alami dalam buah-buahan, gula buatan relatif kurang baik untuk tubuh. Selain dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah, juga dapat membuat rasa lapar lebih cepat menyerang ketika berpuasa.

"Karena gula buatan itu cepat sekali di metabolisme tubuh, jadi cepat lapar dan bisa nggak konsentrasi," jelas Saela kepada detikHealth.

Baca juga: Jangan Asal Pilih! Kurma Seperti Ini Kandungan Gulanya Tinggi

Makanan-makanan bergula memicu lonjakan kadar glukosa darahMakanan-makanan bergula memicu lonjakan kadar glukosa darah (Foto: Thinkstock)


Ia menganjurkan untuk mengurangi berbuka dengan makanan atau minuman yang terlalu manis, khususnya yang menggunakan gula buatan. Menurutnya lebih baik berbuka dengan buah-buahan seperti kurma atau buah-buahan lain yang mengandung sedikit gula demi kesehatan tubuh.

"Minum teh manis sih nggak masalah, tapi jangan kalap habis minum teh manis lanjut makan kue kemudian makan takjil yang manis-manis. Itu harus dihindari ya," tegasnya.

Untuk mengatasi penggunaan gula berlebih, Anda dapat menggunakan gula yang rendah kalori atau membuat buah-buahan menjadi jus agar menu berbuka lebih bervariasi.

Seala juga menyarankan pada saat berbuka ada baiknya untuk memulai dengan mengonsumi buah-buahan terlebih dahulu. Setelah itu dilanjut dengan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin. Dan tidak lupa untuk mengonsumsi cairan yang cukup, yaitu dengan 8 gelas air putih sehari.

Asupan gula juga berpengaruh pada 'siklus ngantuk' lho. Simak dalam video Fun Fact berikut ini:


Baca juga: Ahli Gizi: Minum Air Putih Cukup Dua Gelas Saat Sahur

(up/up)