Selasa, 06 Jun 2017 08:34 WIB

Eks Gelandang Newcastle Cheick Tiote Kolaps, Serangan Jantung?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Saat di Newcastle United, Cheick Tiote berposisi sebagai gelandang (Foto: Getty Images Sport/Pete Norton) Saat di Newcastle United, Cheick Tiote berposisi sebagai gelandang (Foto: Getty Images Sport/Pete Norton)
Jakarta - Mantan gelandang Newcastle United, Cheick Tiote kolaps dan meninggal dunia saat latihan. Juru bicara mengatakan, sang atlet mengalami serangan jantung.

Dilansir oleh as.com, Selasa (6/6/2017), Tiote mengalami serangan jantung di usia 30 tahun saat berlatih dengan klubnya yang sekarang, Beijing Enterprises. Ia dilarikan ke rumah sakit, namun tidak tertolong.

"Saya bisa mengonfirmasi bahwa klien saya, Cheick Tiote, meninggal dunia hari ini setelah kolaps di sesi latihan dengan klubnya, Beijing Enterprises," kata Emmanuele Palladino, dikutip dari detiksport.

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian mendadak saat olahraga seperti yang dialami Cheick Tiote. Diperkirakan 90 persen di antaranya berhubungan dengan serangan jantung, heat stroke, cedera serius di kepala, dan penurunan aliran darah pada pengidap anemia sel sabit.

"Penyakit jantung bisa pada orang muda juga, tidak hanya pada orang tua," kata dr Julio Ulaan, SpJP dari RS Siloam Kebon Jeruk.

Baca juga: Ini Langkah Sederhana untuk Menghindari Kematian Mendadak Saat Olahraga

Eks pemain Newcastle United Cheik Tiote mengalami serangan jantung saat latihanEks pemain Newcastle United Cheik Tiote mengalami serangan jantung saat latihan (Foto: Jan Kruger / Getty Images)


Serangan jantung pada orang muda, biasanya berhubungan dengan beberapa faktor risiko. Termasuk di antaranya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes atau sakit gula, serta kolesterol tinggi. Riwayat sakit jantung di keluarga juga termasuk faktor risiko yang harus diwaspadai.

Apabila memiliki riwayat sakit jantung di keluarga, maka disarankan untuk rajin periksa ke dokter. Pemeriksaan bisa dilakukan antara lain dengan treadmill test, yakni berlari di atas treadmill sambil direkam irama jantungnya.

"Nanti dari situ akan kita lihat apakah ada masalah penyempitan (pembuluh darah), atau tingkat kebugarannya, juga respons tekanan darah dan nadinya bagus atau tidak," kata dr Julio.

Baca juga: Olahraga Sambil Marah-marah Tingkatkan Risiko Serangan Jantung


Seputar serangan jantung bisa disimak dalam video Bincang Sehat berikut ini:



Baca juga: Terbukti, Olahraga Ampuh Turunkan Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung

(up/up)