Selasa, 06 Jun 2017 09:43 WIB

Berpapasan dengan Pelaku Eksibisionisme, Harus Bagaimana?

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Foto perempuan nyaris bugil yang tersebar di media sosial. Foto diedit blur oleh redaksi.
Jakarta - Demi mendapatkan kepuasan seksual, pelaku eksibisionisme tak segan untuk memperlihatkan kemaluannya kepada orang asing. Tak heran jika kemudian 'korbannya' merasa kaget, panik ataupun ketakutan.

Menurut ahli, ekspresi ketakutan atau terkejut inilah yang justru diharapkan oleh si pelaku eksibisionisme, bahkan ada yang mengatakan inilah yang membuat mereka merasa fantasi seksualnya terpenuhi.

Itulah mengapa biasanya pada kasus tertentu, ada pelaku eksibisionisme yang sampai bermasturbasi di hadapan 'korbannya'. Selain itu, pada dasarnya eksibisionis tidak sampai melakukan kontak seksual secara langsung dengan si 'korban'.

Lantas bagaimana sebaiknya bersikap ketika bertemu dengan pelaku eksibisionisme? Menurut dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik, RS Omni Alam Sutera menuturkan, karena yang diharapkan si eksibisionis adalah kaget atau terkejutnya orang lain terhadap perilakunya, sehingga ada baiknya si 'korban' tidak terkejut.

"Jadi biasa saja sikapnya. Kalau kita biasa saja, malah membuat dia akan lebih tidak nyaman karena tujuannya tidak berhasil," sarannya saat berbincang dengan detikHealth, Senin (5/6/2017).

dr Andri menambahkan, bisa juga dengan berpaling atau tidak mau melihat saja, tetapi yang terpenting upayakan untuk tidak terlalu heboh menanggapinya, apalagi sampai berteriak-teriak karena seolah-olah 'menuruti' hasrat si pelaku eksibisionisme.

Baca juga: Pemicu Eksibisionisme: Merasa Inferior dengan Lawan Jenis
Cuplikan video eksibisionis lain yang beredarCuplikan video eksibisionis lain yang beredar (Foto: Screenshot dari video yang beredar)

Untungnya dr Andri juga mengatakan eksibisionisme sebenarnya dapat disembuhkan. "Pertama-tama kita lakukan psikoanalitik, utamanya mencari dasar dari perbuatan eksibisionisme yang dilakukan sehingga orang tersebut akhirnya bisa menyadari apakah memang karena inferioritasnya ataukah karena masalah lainnya," paparnya.

Ada beberapa jenis terapi yang bisa diberikan kepada seseorang dengan kecenderungan eksibisionisme, salah satunya terapi perilaku dan pemberian obat-obatan yang sifatnya mengubah hormon si pelaku.

Baca juga: Bugil di Tempat Umum, Tanda-tanda Eksibisionisme?

Sedangkan apakah eksibisionisme dapat dicegah atau tidak, psikolog seksual Zoya Amirin, M.Psi mengatakan ini dikembalikan kepada pribadi masing-masing.

"Yang paling mungkin adalah sekarang cobalah ketika Anda sudah mulai keluar hasrat untuk memamerkan hal tersebut, Anda harus bayangkan bahwa Anda tidak akan pernah mendapatkan hubungan atau membina hubungan yang sehat dengan perempuan," katanya dalam rubrik konsultasi detikHealth beberapa waktu lalu.

Bila yang bersangkutan merasa tidak butuh dengan perasaan seperti itu tapi sebaliknya hanya ingin menikmati saja, maka Zoya menyarankan yang bersangkutan agar berkonsultasi dengan pakarnya sebab dapat dipastikan ini adalah eksibisionisme, sehingga perlu mendapatkan penanganan segera.

Baca juga: Saran Psikolog Jika Anak Terpapar 'Aksi Nyaris Bugil' Seperti di Jakarta


Baca juga: Heboh Perempuan Nyaris Bugil Belanja di Apotek, Ini Komentar Dokter Jiwa (lll/up)