Minggu, 11 Jun 2017 17:05 WIB

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa: Dehidrasi Hingga Kurang Tidur

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Menjalankan ibadah puasa bisa menjadi tidak menyenangkan jika dibarengi dengan sakit kepala. Kenali di sini 4 penyebabnya. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sakit kepala yang menyerang bisa diatasi dengan minum obat. Namun saat puasa, sakit kepala bisa sangat mengganggu karena minum obat baru bisa dilakukan setelah berbuka puasa.

Oleh karena itu, mencegah datangnya sakit kepala menjadi perhatian utama. Agar pencegahan optimal, kenali dulu penyebab sakit kepala yang terjadi saat puasa.

Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, sakit kepala saat puasa bisa disebabkan karena 4 hal, yakni dehidrasi, kurang tidur, gula darah rendah hingga kekurangan kafein. Berikut penjabarannya:

Baca juga: Banyak Minum Saat Buka Puasa, Bisakah Terjadi Overhidrasi?

1. Dehidrasi

Tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam sangat rentan membuat seseorang mengalami dehidrasi. Karena kekurangan cairan, otak tidak mendapat asupan oksigen yang cukup sehingga selaput otak bisa mengirimkan sinyal rasa sakit.

Untuk mencegahnya, pastikan kebutuhan air minum 8 gelas per hari tercukupi. Gunakan rumus 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah makan, dan 2 gelas menjelang tidur.

Kurang tidur di bulan puasa bisa memicu terjadinya sakit kepalaKurang tidur di bulan puasa bisa memicu terjadinya sakit kepala (Foto: thinkstock)

2. Kurang tidur

Di bulan Ramadan, pola tidur seseorang akan berubah. Anda harus bangun pagi untuk sahur sehingga waktu tidur berkurang, yang membuat sakit kepala rentan mengintai.

Untuk menguranginya, coba atur pola tidur Anda selama bulan Ramadan secara terjadwal. Hal ini dapat meminimalisir risiko terjadinya sakit kepala.

Baca juga: Saat Sahur, Hindari Asupan Ini Agar Terhindar dari Risiko Dehidrasi Berat

Sakit kepala rentan mengintai saat puasaSakit kepala rentan mengintai saat puasa (Foto: ilustrasi/thinkstock)

3. Gula darah rendah

Gula darah rendah atau hipoglikemia terjadi saat kadar gula darah dalam tubuh sangat rendah. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan glukosa yang digunakan sebagai sumber energi, sehingga tak mampu memompa darah ke otak.

Hipoglikemia rentan terjadi pada pasien diabetes. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Gula darah rendah bisa menyebabkan seseorang sakit kepala di bulan puasaGula darah rendah bisa menyebabkan seseorang sakit kepala di bulan puasa (Foto: ilustrasi/thinkstock)
4. Putus kafein

Bagi pecandu kafein yang doyan minum kopi, puasa dapat membatasi konsumsi kafeinnya. Karena itu, mereka rentan mengalami gejala putus kafein yang salah satunya adalah sakit kepala.

Gejala putus kafein karena puasa juga bisa menyebabkan sakit kepalaGejala putus kafein karena puasa juga bisa menyebabkan sakit kepala (Foto: Thinkstock)

Baca juga: Infografis: Serangan Ngantuk Saat Puasa (mrs/up)